Cerita Guru Besar UGM setelah Mendapat Telepon Bernada Ancaman Penangkapan
January 03, 2026 12:14 AM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar mendapatkan telpon penipuan dengan ancaman.

Sosok yang akrab disapa Uceng itu menceritakan kisahnya melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar.

Dua kali telepon

Saat dihubungi, secara singkat Uceng menyebut telpon penipuan pertama ia terima sekitar 1-2 pekan lalu. Kemudian pada Jumat (2/1/2026), ia mendapatkan telpon yang sama.

Ia mendapat telpon dari nomor +62 838 17941429 sekitar pukul 13.57. 

"Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP. Jika tidak (menghadap dan membawa KTP ke Polresta Yogyakarta), akan segera melakukan penangkapan," katanya.

"Suaranya diberat-beratkan, supaya kelihatan punya otoritas," sambungnya.

Ia tak ambil pusing dengan telpon tersebut. Menurut dia, telpon tersebut adalah penipuan yang tidak jelas. 

"Saya hanya ketawa dan matiin hape, lanjut ngetik," lanjutnya.

Ia menilai masyarakat sudah paham telpon tidak jelas seperti yang diterimanya adalah penipuan. Sayangnya, penipuan serupa dibiarkan saja. Tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk melakukan penegakan.

"Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris tidak pernah ada yang dikejar dengan serius. Data kita diperjualbelikan dan berbagai tindakan scam lainnya," ujarnya.

"Kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk mengancam dan nakutin orang-orang tertentu.. Nggak akan ngefek," pungkasnya.

Respons Polresta Jogja

“Gak ada anggota Polresta Yogyakarta dengan nomor (Hp) itu, ini kami lagi dengan Kasat Reskrim,” terang Kapolresta, saat dihubungi Jumat (2/1/2026).

Eva Pandia mengklaim oknum tersebut sangat dimungkinkan hendak melakukan upaya penipuan terhadap Uceng.

Secara prosedur, Eva Pandia menegaskan apabila pihaknya ingin melakukan panggilan via sambungan telefon, nomor yang digunakan sudah pasti nomor resmi Polresta Yogyakarta.

“Kalau ada panggilan ke seseorang, kami pasti tertulis resmi mas, gak ada seperti itu. Mungkin mau menipu saja itu,” terang Kapolresta. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.