TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Temuan mengejutkan polisi dari tempat kejadian perkara alias TKP tewasnya Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).
Ketiga korban meninggal itu merupakan satu keluarga yakni ibu dan dua anaknya.
Penemuan jasad ketiganya terjadi di rumah di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (2/1/2026).
Tanjung Priok, Jakarta Utara adalah sebuah kawasan pelabuhan dan kecamatan di Kota Administrasi Jakarta Utara, DKI Jakarta.
Wilayah ini dikenal sebagai lokasi Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan laut terbesar dan tersibuk di Indonesia, yang menjadi pusat aktivitas bongkar muat, perdagangan, dan logistik nasional serta internasional.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJakarta.com, Ibu tersebut, memiliki empat orang anak, dua di antaranya meninggal dan satu orang ditemukan dalam kondisi kritis di rumah.
Sedangkan satu anak lagi sedang bekerja saat kejadian.
Awalnya, warga curiga lantaran kondisi rumah sepi.
Saat rumah kontrakan dibuka, warga menemukan tiga orang meninggal dan satu orang kritis sehingga langsung dilarikan ke RSUD Koja.
Berikut tiga fakta tewasnya satu keluarga di Warakas:
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan botol air mineral kemasan, bungkus makanan yang telah habis, hingga barang pribadi milik korban.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, menerangkan penyebab kematian korban masih diselidiki dengan memeriksa barang-barang di TKP.
Pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya pembunuhan.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menerangkan jenazah ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulut.
“Dari pemeriksaan awal dari kasat mata, keluar busa dari mayat tersebut,” ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.
Baca juga: Terkuak Evia Juga Kerap Diperas Oknum Dosen Perempuan, Diminta Traktir Makan
Dua jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki.
Identitasnya yakni Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).
Sementara yang kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22).
"Ada yang di masing-masing (ditemukan) di kamar dan di ruang tamu," lanjutnya.
Jenazah dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi.
Iptu Seno Adji mengatakan, sampel sejumlah barang yang ditemukan di rumah diambil.
“Dapat kami sampaikan bahwa dari teman-teman Mabes Polri, yakni Puslabfor, sudah datang untuk melakukan pengambilan sampel terhadap benda-benda yang ada di TKP yang sekiranya diperlukan untuk pengecekan lebih lanjut,” tuturnya.
Terkait temuan botol air mineral, ia belum dapat menyimpulkan korban meninggal karena keracunan.
“Itu hanya benda (botol) yang berada di sekitar korban, jadi kita amankan,” terangnya.
Pemeriksaan saksi belum dilakukan dan hanya interogasi awal.
“Masih belum bisa kita simpulkan terkait itu (penyebab kematian), masih dalam pemeriksaan medis lebih lanjut,” pungkasnya.