Jakarta (ANTARA) - Komite Pendukung dan Pengawas Presisi (KP3) Polri mengapresiasi kerja keras Polri dan TNI di lapangan pascabencana Pulau Sumatra, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Direktur Eksekutif KP3 Polri Ade Adriansyah Utama mengatakan Polri dan TNI memiliki peran strategis dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, distribusi logistik, hingga pemulihan pascabencana.

"Situasi darurat yang dihadapi warga membutuhkan respons cepat, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan," kata Ade dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi kuat antara aparat kepolisian, TNI, hingga masyarakat dalam meningkatkan solidaritas serta aksi nyata di lapangan.

Dia mengatakan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan.

KP3 pun mendorong agar semangat gotong-royong terus diperkuat karena kepedulian dan empati merupakan kunci untuk meringankan beban para korban yang sedang tertimpa musibah.

Dia berharap momentum bencana di Sumatra menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Ade menuturkan kritik yang membangun tetap penting, namun harus diiringi dengan solusi, kerja nyata, dan keberpihakan kepada korban.

“Sejak awal saya sangat mengharamkan politisasi bencana yang hanya membiaskan semangat membantu saudara-saudara kita memulihkan keadaan,” ucap dia.

Maka dari itu, kata dia, bencana banjir yang melanda tiga wilayah di Pulau Sumatra tersebut menjadi pengingat serius bagi seluruh elemen bangsa bahwa musibah tidak boleh hanya dijadikan ajang kritik, tetapi harus menjadi momentum nasional untuk bersatu.

Ia menegaskan musibah juga harus menjadi momentum menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.

Dirinya menilai pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen negara untuk hadir secara penuh dalam penanganan bencana.

Presiden, sambung dia, mengarahkan seluruh jajaran terkait agar memberikan bantuan secara maksimal dan menyeluruh, terutama dalam penanganan pascabencana, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Ade menuturkan arahan Presiden tersebut harus menjadi semangat bersama di seluruh daerah. Arahan Presiden Prabowo dinilai sangat jelas, yakni negara harus hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana secara maksimal.

"Ini harus diterjemahkan di lapangan melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak. Bencana bukan ajang saling menyalahkan, melainkan momentum nasional untuk bersatu dan menghadirkan solusi,” ujar Ade.