Nasibnya di Tangan Jokowi, Roy Suryo : Bagi Saya Enggak Ngaruh
January 03, 2026 02:16 AM

POSBELITUNG.CO - Polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru yang penuh drama. 

Tiga sosok vokal, yakni pakar telematika Roy Suryo, pakar forensik digital Rismon Sianipar, dan dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa), kini resmi menyandang status tersangka di Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Namun, di balik proses hukum yang bergulir, muncul isu menarik mengenai pintu maaf dari sang mantan Presiden.

Isu ini berawal dari pernyataan Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay, usai berdiskusi dengan Jokowi di Solo pada Jumat (19/12/2025).

Willem mengungkapkan bahwa meski Jokowi adalah sosok pemaaf, ada pengecualian untuk tiga orang yang dianggap sudah melewati batas.

"Ternyata Pak Jokowi mengatakan, 'Saya bukan tipikal orang yang tidak pemaaf. Jadi yang pasti tidak semua.' Jadi 12 nama itu tidak semua yang akan terus dituntut, dimaafkan," ungkap Willem dilansir dari Kompas TV.

Willem menambahkan bahwa ketiga orang tersebut dianggap terlalu ekstrem karena terus menolak fakta keaslian ijazah Jokowi meski telah didekatkan dengan jalur hukum.

"Tapi yang tiga nama kelihatannya terlalu ekstrem, nggak pernah mau menerima fakta ijazah Jokowi itu benar dan melakukan berbagai tindakan, yang setelah di dekatkan dengan alas hukum, pasal berlapis, ya itu Pak Jokowi akan teruskan," lanjut Willem.

Roy Suryo: "Bagi Saya Nggak Ngaruh!"

Menanggapi kabar mengenai pintu maaf yang tertutup bagi dirinya, Roy Suryo bereaksi keras.

Mantan Menpora ini menegaskan bahwa sikap Jokowi sama sekali tidak memengaruhi prinsipnya. Roy bahkan menyebut pernyataan Jokowi sering kali tidak sesuai dengan fakta di lapangan, terutama soal proses pelaporan.

"Bagi saya enggak ngaruh, enggak ngaruh (Jokowi) mau ngomong apa saja enggak ngaruh. Omongannya dari dulu kaya gitu aja," tegas Roy Suryo dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV.

Roy juga mengungkit klaim Jokowi yang sebelumnya mengaku hanya melaporkan peristiwa, bukan nama individu.

"Dulu juga ngomong dia, 'Saya tidak melaporkan nama tapi saya hanya melaporkan peristiwa', bohong. Ketika gelar perkara khusus, ternyata nama-namanya dilaporkan, pasal-pasalnya ada. Kan bohong lagi orang itu," sentil Roy.

Jokowi: Hukum Tetap Hukum

Secara terpisah, Jokowi memberikan pernyataan singkat namun tegas saat ditemui di kediamannya di Solo.

Ia memilih memisahkan antara sentimen pribadi dengan proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

"Urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum, prosesnya biar berjalan apa adanya," kata Jokowi pada Rabu (24/12/2025).

Ia kembali menekankan pentingnya menghargai otoritas penegak hukum:

"Sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum ya urusan hukum, kita hormati proses hukum yang ada.”

Optimisme dari Kubu Joman

Meski suasana memanas, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, tetap optimis bahwa pintu maaf belum sepenuhnya tertutup.

Ia meyakini sosok Jokowi sebagai negarawan tidak akan menyimpan dendam secara permanen jika ada itikad baik dari pihak terkait.

“Habluminannas-nya, beliau pasti akan memaafkan semua yang bersalah maupun yang, katakanlah, dalam tanda kutip merasa tidak bersalah kalau meminta maaf kepada beliau,” ujar Andi dalam acara Interupsi di iNews.

Kini, nasib Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa sepenuhnya berada di koridor hukum Polda Metro Jaya.

Publik menanti apakah proses hukum ini akan berujung di pengadilan atau berakhir dengan rekonsiliasi tak terduga. (Tribun Medan/ Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.