DJ Donny Bantah Rekayasa Aksi Teror, Minta Perlindungan LPSK setelah Rumah Dilempar Bom Molotov
January 03, 2026 05:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Polisi masih mendalami rentetan aksi teror yang dialami sejumlah konten kreator hingga aktivis.

Para korban teror sempat menyuarakan lambatnya pemerintah menangani bencana banjir di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Korban teror yakni aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, influencer wanita Sherly Anavita, aktor Yama Carlos hingga Dony Adam atau dikenal sebagai DJ Donny (41).

DJ Donny telah membuat laporan polisi setelah dua kali mendapat teror pada Senin (29/12/2025) dan Rabu (31/12/2025).

Awalnya, rumahnya dikirim bangkai ayam yang terdapat pesan ancaman.

Selang dua hari kemudian dilempar bom molotov yang jatuh di halaman rumah.

Beruntungnya bom molotov tidak meledak sehingga rumah tak terbakar.

Di media sosial beredar foto surat ancaman yang ditujukan ke DJ Donny.

Sejumlah warga menyoroti kemiripan tulisan tangan di surat ancaman dengan tulisan DJ Donny sehingga muncul isu rekayasa.

Pria 41 tahun mambantah tudingan rekayasa aksi teror lantaran wajah pelaku terekam CCTV.

"Ada narasi yang mengatakan saya merekayasa ini, kan agak ngawur."

Baca juga: Soroti Teror Terhadap Aktivis, Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Kekuasaan Antikritik

"Saya merekayasa mengirimkan bangkai hewan ke rumah sendiri? Saya melempar bom molotov sendiri ke rumah saya? Itu agak ngawur."

"Makanya kepolisian harus segera mengungkap agar tidak menjadi liar di ruang publik," ungkapnya.

Menurutnya, tindakan pelaku membahayakan keluarga serta tetangga.

Ia akan mencari perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

DJ Donny mengaku tidak mengeksploitasi bencana Sumatra, namun menjadi sasaran teror.

Selama ini pria Makassar tersebut sering mengkritik kebijakan pemerintah melalui media sosial.

"Terakhir postingan saya itu terkait lingkungan di Papua. Saya berharap pemerintah segera mengeluarkan statement jika ini bukan tindakan dari pemerintah," tandasnya.

Hasil Olah TKP

DJ Donny menerangkan, petugas kepolisian langsung mendatangi rumahnya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Takut usai DJ Donny jadi Korban Teror Bangkai Ayam dan Bom Molotov, Tetangga Ungkap Sifat Aslinya

"Siang bikin laporan, tim dari Polda datang ke rumah jam 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB."

"Kemudian datang tim kedua jam 19.00 WIB sampai jam 24.00 WIB malam. Mereka tahun baruan di sini," ungkapnya, Kamis (1/1/2025).

Dari olah TKP tersebut, penyidik membawa sejumlah barang bukti seperti pecahan kaca, sumbu bom molotov serta kertas berisi pesan ancaman.

Sejumlah saksi diperiksa mulai istri hingga asisten rumah tangga (ART).

"Kertas bertuliskan ancaman yang ada di paket bangkai ayam totalnya tiga lembar. Dua lembar tulisan, satu lembar foto dan tulisan," lanjut DJ Donny.

Ia menjelaskan, wajah pelaku pelemparan bom molotov terekam kamera CCTV, namun menggunakan masker.

Beruntungnya, bom molotov tidak meledak.

"Semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya."

"Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan," bebernya.

Pecahan botol kaca disimpan untuk diserahkan sebagai barang bukti saat melapor.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJakarta.com/Dewi Kartika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.