Singapura (ANTARA) - Perekonomian Singapura tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal keempat (Q4) 2025, meningkat dari ekspansi 4,3 persen pada kuartal sebelumnya. Demikian ditunjukkan estimasi awal dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Jumat (2/1).
Pada basis kuartalan yang disesuaikan secara musiman, produk domestik bruto (PDB) meningkat 1,9 persen, melambat dari pertumbuhan 2,4 persen pada kuartal ketiga (Q3), kata kementerian itu.
Untuk setahun penuh, perekonomian tumbuh 4,8 persen pada 2025, naik dari 4,4 persen pada 2024.
Dalam pesan Tahun Barunya pekan ini, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengatakan bahwa pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan, sembari memperingatkan bahwa mempertahankan laju pertumbuhan saat ini akan menjadi tantangan tersendiri.
Sektor manufaktur merupakan pendorong utama pertumbuhan pada Q4, berekspansi 15 persen dari setahun sebelumnya, dibandingkan dengan pertumbuhan 4,9 persen pada Q3.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa peningkatan ini sebagian besar didorong oleh output yang lebih tinggi di klaster manufaktur biomedis dan elektronik.







