Refleksi Tahun 2025: Catatan Kritis dalam Momentum Digitalisasi
January 03, 2026 10:22 AM

Oleh: Dr Ir A Muhammad Syafar AMd ST MT IPM

Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun 2025 menandai tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi global yang semakin mendalam dan kompleks.

Dalam waktu yang relatif singkat, teknologi digital telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari cara kita bekerja, berkomunikasi, hingga berbisnis.

Momentum digitalisasi ini tidak hanya menciptakan peluang besar, tetapi juga menimbulkan tantangan yang perlu dihadapi dengan bijak agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai refleksi, catatan kritis ini akan menyoroti beberapa dampak signifikan dari digitalisasi yang terjadi sepanjang tahun
2025 serta tantangan besar yang harus segera diatasi untuk memastikan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai tahun 2025 semakin berakhir, dunia kita telah berubah lebih cepat dari yang pernah kita bayangkan.

Era digital yang terus berkembang telah membuka jalan bagi banyak transformasi, memperkenalkan peluang baru yang mengubah cara kita bekerja, berinteraksi, dan bahkan berpikir.

Dari kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih hingga Internet of Things (IoT) yang semakin menghubungkan setiap aspek kehidupan kita, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian.

Salah satu perubahan terbesar yang dibawa oleh digitalisasi adalah transformasi dalam dunia kerja.

Konsep pekerjaan jarak jauh (remote working) yang dulu hanya menjadi pilihan bagi sebagian orang, kini telah menjadi norma.

Berkat kemajuan dalam teknologi komunikasi dan platform kolaborasi berbasis cloud, banyak perusahaan yang beralih ke model digital-first.

Ini memungkinkan karyawan bekerja dari mana saja, mengurangi kebutuhan akan ruang kantor fisik dan meningkatkan fleksibilitas.

Namun, perubahan ini juga membawa tantangan yang harus dihadapi dengan bijaksana.

Salah satunya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Di tengah pesatnya digitalisasi, kita harus lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk memastikan bahwa inovasi ini bukan hanya membawa kemajuan, tetapi juga mendukung nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan inklusivitas.

Tahun 2026 menjanjikan potensi yang lebih besar. Dengan teknologi yang semakin berkembang, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak kemajuan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan berbagai sektor lainnya.

Teknologi tidak hanya akan terus mempercepat proses, tetapi juga membuka ruang bagi kolaborasi global yang lebih kuat, memungkinkan kita untuk menyelesaikan tantangan besar yang dihadapi dunia, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan
ekonomi, dan masalah kesehatan global.

Salah satu hal yang tak bisa diabaikan adalah peningkatan literasi digital yang semakin penting.

Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk memahami dan mengelola teknologi menjadi kebutuhan dasar, baik bagi individu, perusahaan, maupun negara.

Membangun infrastruktur digital yang inklusif dan memastikan akses yang setara bagi semua lapisan masyarakat akan menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi masa depan.

Di balik kemajuan teknologi, digitalisasi juga menambah tantangan serius dalam hal keamanan dan privasi data.

Seiring dengan meningkatnya transaksi dan aktivitas daring, ancaman terhadap data pribadi semakin meningkat.

Keamanan siber menjadi isu yang tak bisa dianggap enteng, dengan serangan siber dan kebocoran data menjadi kejadian yang semakin sering terjadi.

Tidak hanya itu, fenomena penyebaran disinformasi (hoaks) di media sosial juga semakin meluas. 

Namun, di balik semua kemajuan itu, kita harus terus mempertanyakan dan merefleksikan tujuan akhir dari teknologi itu sendiri.

Apakah kita menggunakan teknologi hanya untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan, atau kita juga berusaha menjadikan dunia tempat yang lebih baik, lebih adil, dan lebih berkelanjutan?

Tahun 2026 harus menjadi titik balik bagi kita untuk lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi, memastikan bahwa inovasi tidak hanya bermanfaat bagi segelintir orang, tetapi untuk seluruh umat manusia.

Dengan semangat itu, kita melangkah menuju tahun 2026, tidak hanya dengan harapan, tetapi dengan komitmen untuk membuat dunia digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Dunia yang terus berubah membutuhkan kita untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga berinovasi dengan penuh tanggung jawab.

Tahun 2026 adalah tahun baru yang penuh potensi, dan saatnya untuk memanfaatkan teknologi dengan bijaksana demi masa depan yang lebih baik.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.