TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara khusus mengajak putrinya, Kim Ju Ae ke Mausoleum Kumsusan di Pyongyang.
Dalam kunjungan tersebut, Kim Jong Un ditemani oleh istrinya, Ri Sol Ju.
Kunjungan ke Mausoleum Kumsusan itu memunculkan spekulasi baru bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai pewaris kepemimpinan negara tersebut.
Mausoleum Kumsusan adalah kompleks makam kenegaraan di Pyongyang, Korea Utara, yang secara resmi bernama Kumsusan Palace of the Sun.
Tempat ini berfungsi sebagai makam dan monumen penghormatan bagi para pemimpin Korea Utara.
Tokoh yang dimakamkan di tempat ini di antaranya Kim Il-sung(pendiri Korea Utara) dan Kim Jong-il (pemimpin kedua.
Awalnya bangunan ini adalah istana kepresidenan, lalu diubah menjadi mausoleum setelah Kim Il-sung wafat pada 1994.
Di dalamnya terdapat ruang penyimpanan jenazah, aula penghormatan, museum, serta simbol-simbol ideologi negara.
Kumsusan Mausoleum dijaga sangat ketat dan dianggap tempat paling suci secara politik di Korea Utara.
Pengunjung wajib mematuhi aturan ketat, termasuk berpakaian rapi dan menunjukkan sikap hormat.
Dalam gambar yang dipublikasikan KCNA, Kim Ju Ae tampak mendampingi kedua orang tuanya, Kim Jong Un dan Ri Sol Ju.
Mereka memberikan penghormatan kepada mendiang Kim Il Sung dan Kim Jong Il, pendiri sekaligus pemimpin terdahulu Korea Utara.
Ju Ae terlihat berdiri di antara ayah dan ibunya di aula utama Istana Matahari Kumsusan.
Kehadirannya dipandang sebagai pesan politik yang kuat.
Baca juga: Warga Semanu Temukan Jejak Telapak Kaki Berukuran Jumbo, Diduga Macan Tutul
Mausoleum Kumsusan selama ini menjadi simbol legitimasi kekuasaan dinasti Kim.
Kunjungan yang bertepatan dengan awal tahun baru kerap digunakan untuk menegaskan kesinambungan kepemimpinan.
BBC melaporkan, pola simbolik semacam ini lazim digunakan dalam tradisi politik Pyongyang.
Dalam tiga tahun terakhir, Ju Ae semakin sering muncul di media pemerintah Korea Utara.
Ia pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2022.
Saat itu, Ju Ae menemani Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sejak itu, kehadirannya terus meningkat dalam berbagai acara kenegaraan penting.
Acara tersebut mencakup perayaan Tahun Baru hingga inspeksi militer.
KCNA dan media pemerintah lainnya mulai menyematkan gelar-gelar istimewa kepada Ju Ae.
Ia disebut sebagai “anak kesayangan” dan “tokoh besar pembimbing”.
Istilah lain yang digunakan adalah hyangdo.
Sebutan ini secara tradisional hanya digunakan untuk pemimpin tertinggi dan penerus yang telah ditunjuk.
Menurut pengamat Korea Utara, penggunaan istilah tersebut menandakan posisi politik Ju Ae yang semakin menonjol.
Media internasional mencatat bahwa Korea Utara tidak pernah secara terbuka mengumumkan pengganti pemimpin tertingginya.
Sebaliknya, transisi kekuasaan biasanya ditandai melalui peningkatan visibilitas publik dan simbolisme politik.
Pola tersebut kini terlihat jelas pada kemunculan Kim Ju Ae.
Sebelum kemunculannya pada 2022, keberadaan Ju Ae hanya diketahui secara terbatas.
Mantan pebasket NBA Dennis Rodman sempat mengungkapkan keberadaan anak Kim Jong Un.
Pernyataan itu disampaikan saat Rodman berkunjung ke Korea Utara pada 2013.
Namun, tidak ada detail lebih lanjut yang diungkapkan saat itu.
Selain isu suksesi, media Korea Utara juga menyoroti pernyataan Kim Jong Un terkait kebijakan pertahanan negara.
Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut Kim Jong Un berkomitmen meningkatkan produksi rudal dan peluru artileri.
Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai “pencegah perang”.
Kebijakan itu diambil di tengah meningkatnya kesiapan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan.
BBC melaporkan bahwa penguatan militer tersebut menjadi bagian dari strategi Pyongyang.
Tujuannya untuk menegaskan posisi tawar Korea Utara di tengah ketegangan kawasan.
Di saat bersamaan, kemunculan Kim Ju Ae di ruang publik dinilai sebagai sinyal persiapan transisi kepemimpinan jangka panjang.
Transisi tersebut tetap berada dalam kerangka dinasti Kim.