Video Karyawan Pani Gold Mine Milik PT Merdeka Gold Resources Joget saat Desa Sekitar Dilanda Banjir
January 03, 2026 11:39 AM

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut video viral pesta akhir tahun karyawan Pani Gold Mine di Pohuwato, Provinsi Gorontalo, yang dikelola oleh PT Merdeka Gold Resources (MGR).

PT Merdeka Gold Resources adalah anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). 

Pani Gold Mine di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo diklaim menjadi tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik. 

Tampak dalam video tersebut, karyawan perusahaan berjoget vulgar bersama wanita yang berpakaian seksi.

Video itu menuai kritik karena muncul di saat warga Pohuwato, khususnya warga Desa Hulawa masih berjuang menghadapi dampak banjir terjadi sehari sebelumnya, yakni Selasa 30 Januari 2026.

Viral video joget vulgar pesta akhir tahun yang melibatkan karyawan PT Pani Gold Mine. 

Pani Gold Mine Dikritik Politisi Gerindra

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy menanggapi video viral pesta akhir tahun melibatkan DJ dan wanita berpakaian seksi tersebut. 

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan kegiatan dalam video itu mencerminkan minimnya empati sosial di tengah situasi bencana yang sedang dihadapi masyarakat.

“Tidak memiliki hati nurani dan rasa sepenanggungan,” tegas anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo tersebut, Jumat (2/1/2026).

Menurut Limonu, peristiwa tersebut semakin menyakitkan karena berlangsung ketika warga Desa Hulawa masih berjuang menghadapi dampak banjir. 

Ia menekankan, lokasi perusahaan yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan hiburan itu juga berada di desa yang terdampak.

Limonu mengingatkan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah mengeluarkan edaran agar seluruh pihak menahan diri dan tidak menggelar kegiatan bersifat seremonial.

“Disamping daerah kita, daerah lain Pulau Sumatera dan Aceh sedang berduka, mereka sedang dilanda bencana yang begitu besar, tentu itu juga penting untuk kita bisa rasakan bersama manakala kita benar memiliki rasa sepenanggungan. Apalagi lokus terdampak banjir tersebut di desa di mana PGM berusaha d ibidang industri pertambangan" ujar anggota DPRD daerah pemilihan Pohuwato dan Boalemo ini.

Ia menegaskan, edaran pemerintah daerah seharusnya menjadi acuan bersama dan wajib ditaati oleh seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak bencana.

PANI GOLD PROJECT -- Peninjauan lokasi Pani Gold Project atau proyek emas pani di wilayah Pohuwato, Rabu (30/4/2025). Diproyeksikan akan mulai menghasilkan emas pertama pada awal 2026. FOTO: Wawan Akuba
PANI GOLD PROJECT -- Peninjauan lokasi Pani Gold Project atau proyek emas pani di wilayah Pohuwato, Rabu (30/4/2025). Diproyeksikan akan mulai menghasilkan emas pertama pada awal 2026. FOTO: Wawan Akuba (FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com)

Bagi Limonu, fakta bahwa kegiatan tersebut terjadi di Desa Hulawa, yang saat itu tengah dilanda banjir, menjadi hal yang paling melukai perasaan masyarakat Pohuwato.

“Itu sungguh menyakitkan perasaan masyarakat Pohuwato,” katanya.

Limonu mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak manajemen perusahaan pada malam kejadian. 

Dalam komunikasi tersebut, Direktur perusahaan mengakui adanya kegiatan itu dan segera menginstruksikan agar kegiatan dihentikan.

Meski demikian, Limonu menilai perusahaan seharusnya sejak awal menunjukkan empati dan kepekaan sosial terhadap kondisi warga sekitar.

Dia berharap pimpinan perusahaan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dan berinisiatif menggelar kegiatan tersebut.

“Kita berharap kepada pimpinan perusahaan untuk memberikan sanski tegas, terdapat karyawan-karyawan yang berinisiatif untuk itu,” ujarnya.

Menurutnya, apabila pimpinan perusahaan tidak menjatuhkan sanksi, maka patut diduga kegiatan tersebut dilakukan dengan persetujuan atasan.

“Mengetahui atau tidak kegiatan tersebut, mereka tidak cukup untuk meminta maaf,” tegasnya.

Ia juga menilai sikap yang ditunjukkan belum mencerminkan ketegasan yang seharusnya diambil oleh pihak perusahaan.

Terkait bantuan yang telah disalurkan perusahaan kepada korban banjir, Limonu menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban dan tidak serta-merta menghapus kejadian yang sebelumnya viral.

“Itu sudah menjadi kewajiban, yang dari luar daerah turut membantu, apalagi mereka yang ada di wilayah tersebut yang berusaha di situ,” katanya.

Limonu menyebut akan melakukan koodinasi di tingkat lembaga DPRD Provinsi Gorontalo soal rencana pemanggilan pihak perusahaan.

“Nanti kita akan bicarakan di tingkat lembaga DPRD, karena tidak boleh inisiatif sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Klarifikasi Manajemen Pani Gold Mine

Manajemen Pani Gold Mine (PGM)  menyampaikan klarifikasi menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan hiburan musik dengan tarian seronok di area tambang emas PGM, Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kurniawan Siswoko, External Affairs Pani Gold Mine menegaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video tersebut bukanlah pesta sebagaimana yang berkembang di masyarakat.

“Jadi acara itu bukan pesta, sebagaimana yg kita pahami,” ungkapnya kepada TribunGorontalo.com  Jumat (2/1/2026

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan acara internal perusahaan yang berisi doa bersama dan penggalangan donasi spontan untuk membantu warga terdampak banjir. 

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan malam final lomba menyanyi karyawan. Menurutnya, lomba menyanyi itu merupakan ruang bagi karyawan untuk menyalurkan bakat seni dan mempererat silaturahmi. 

Tahapan penyisihan lomba telah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya, sementara malam kejadian merupakan penampilan final.

Meski demikian, pihak perusahaan mengakui bahwa rangkaian acara tersebut tercoreng oleh penampilan yang tidak pantas.

“Namun acara tersebut tercederai oleh penampilan penyanyi yang seronok,” ujarnya.

Sehubungan dengan beredarnya video tersebut di ruang publik, manajemen PGM menyatakan telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. 

Perusahaan juga secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat Pohuwato.

“Manajemen Pani Gold Mine telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh atas kejadian tersebut serta menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Bumi Panua atas adanya penampilan yang tidak mencerminkan kepekaan, etika, dan nilai-nilai perusahaan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perilaku dalam video tersebut tidak sejalan dengan prinsip yang selama ini dijunjung perusahaan.

“Perusahaan menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak sejalan dengan nilai profesionalisme, empati sosial, serta tata perilaku perusahaan yang senantiasa dijunjung tinggi,” ujar Kurniawan.

Sebagai tindak lanjut, manajemen menyatakan telah mengambil langkah sesuai ketentuan internal serta memperkuat disiplin dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.

Pani Gold Mine menegaskan komitmen untuk tetap terlibat dalam proses pemulihan pascabanjir di Desa Hulawa dan wilayah terdampak lainnya. 

Bantuan yang diberikan antara lain pembersihan rumah dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, serta penyaluran bantuan makanan selama masa pemulihan.

“Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh warga terdampak banjir, dan berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” terangnya.

Kurniawan menyebutkan bahwa langkah disipliner akan diterapkan, meski detailnya belum disampaikan. “Betul, cuma detilnya (sanksinya) belum tahu,” pungkasnya.

Banjir Bandang Landa Desa Sekitar Tambang PT Pani Gold Mine

BANJIR -- Para warga Desa Hulawa menerjang banjir, tampak air selutut orang dewasa.
BANJIR -- Para warga Desa Hulawa menerjang banjir, tampak air selutut orang dewasa. (TribunGorontalo.com)

Banjir bandang melanda Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo pada 30 Desember 2025, sehari sebelum pesta pergantian tahun.

Desa Hulawa berada tepat di sekitar pertambangan PT Pani Gold Mine.

Tak cuma banjir biasa, material serta kayu-kayu glondongan dibawa turun dari ketinggian

Banyak warga yang masih mengungsi. Banyak rumah yang rusak, hingga banyak warga kehilangan harta benda.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pohuwato, Abdulmutalib Dunggio, mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Taluditi dan Kecamatan Buntulia, namun hanya di desa-desa tertentu.

“Banjir terjadi di dua kecamatan, tapi hanya di beberapa desa,” ujarnya, Rabu (31/12/225).

Di Kecamatan Taluditi, banjir menggenangi Desa Tirto Asri. Wilayah ini disebut memang kerap terdampak setiap kali hujan turun dengan durasi beberapa jam.

“Hujan berapa jam saja akan tergenang karena dekat dengan Sungai Taluditi,” kata Abdulmutalib.

Ia menjelaskan genangan air di desa tersebut bersifat sementara atau temporer dan biasanya surut setelah intensitas hujan menurun.

Sementara itu, di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, banjir dipicu oleh pendangkalan Sungai Taluduyunu. 

Kondisi tersebut menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga yang berada dekat bantaran sungai.

Abdulmutalib menyebut kondisi tanggul masih dalam kondisi kokoh, namun sedimentasi sungai terus meningkat.

Ia juga menegaskan sebagian besar rumah terdampak berada di area bantaran sungai yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kami selalu ingatkan, bantaran sungai ini perlu ada penanganan khusus dari dinas terkait,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara BPBD, banjir di Desa Hulawa berdampak pada dua dusun, yakni Dusun Kapali dan Dusun Hele.

Dusun Kapali 20 Kepala Keluarga (KK), 66 Jiwa, 13 rumah terdampak dan Dusun Hele  23 Kepala Keluarga (KK), 78 Jiwa. Totalwarga terdampak mencapai 43 KK atau 144 jiwa.

BPBD memastikan tidak ada laporan meninggal dunia. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan fisik. 

Tercatat dua unit rumah mengalami kerusakan, serta tanggul dilaporkan jebol di lokasi kejadian. Hingga saat ini, lumpur masih menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Hulawa. 

Sebagian warga melakukan evakuasi secara mandiri, sementara lainnya diarahkan ke kantor desa.

“Ada yang evakuasi mandiri dan ada korban yang kita arahkan ke kantor desa,” kata Abdulmutalib.

PT Pani Gold Mine Dikritik LMND Gorontalo : Keterputusan Empati

Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Gorontalo, Rahmawati B Radjak, menyebut banjir yang terjadi merupakan akumulasi dari krisis ekologis yang selama ini diabaikan.

Ia menyatakan bahwa keberadaan perusahaan tambang di Gorontalo juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa alam semata.

“Ini bukan bencana yang datang tiba-tiba. Ada akumulasi kerusakan lingkungan yang selama ini diabaikan,” ujarnya dihubungi via whatsapp, Jumat (2/1/2025). 

Rahmawati menilai sikap perusahaan yang tetap merayakan pergantian tahun di tengah situasi bencana menunjukkan minimnya kepekaan sosial.

“Kondisi ini memperlihatkan keterputusan empati antara pelaku usaha dan penderitaan rakyat,” katanya.

PT Pani Gold Mine Dikritik Mahasiswa Muhammadiyah Gorontalo : Perusahaan jahat dan tidak berperikemanusiaan

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Gorontalo, Arif Bina juga menyampaikan kritik keras.

Ia menilai tindakan tersebut melukai rasa keadilan masyarakat yang sedang terdampak bencana.

“Perusahaan jahat dan tidak berperikemanusiaan,” tegas Arif saat dihubungi whatsapp di hari yang sama. 

Menurut Arif, sebagai perusahaan ekstraktif, Pani Gold Mine tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab ekologis.

Ia menyebut keberadaan perusahaan tersebut turut memberi dampak terhadap kondisi lingkungan di Pohuwato.

“Sebagai perusahaan ekstraktif, Pani Gold Mine juga salah satu penyumbang sebab banjir di Pohuwato,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab nyata.

“Sudah mereka yang merusak, mereka juga bangga dan menari di atas penderitaan masyarakat,” katanya.

IMM Gorontalo meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap tegas.

Evaluasi terhadap aktivitas perusahaan tambang dinilai mendesak dilakukan.

Aktivis menilai keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Sesalkan Video Viral

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Mikson Yapanto menyesalkan kejadian tersebut. Dia menyebut pesta tersebut merupakan inisiatif oknum pegawai di internal perusahaan.

“Ini inisiatif mereka-mereka pegawai di dalam,” kata Politisi Partai Nasdem ini.

Anggota DPRD dapil Pohuwato dan Boalemo ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi direktur perusahaan saat kejadian berlangsung dan pegawai yang terlibat telah diberhentikan.

Mikson menilai kejadian itu sangat tidak pantas dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang sedang tertimpa banjir.

“Saya berhadap mereka-mereka pegawai di situ, harus ada sedikit kepedulian,” ujarnya.

Mikson mengakui bahwa perusahaan telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Ia menilai kepedulian eksternal seharusnya sejalan dengan kepedulian internal perusahaan.

“Perusahaan sudah bagus memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak,” katanya.

Dia menyebut perusahaan juga telah melakukan upaya teknis di lapangan, seperti membersihkan saluran air dan membantu warga, yang patut diapresiasi.

Terkait penyebab banjir, Mikson menegaskan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan, aktivitas pertambangan telah berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau Pani Gold ada prosesnya, sampai pembuangan, ada saluran ada cekdam, ada tahapan pembuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas perusahaan berada di bawah pengawasan negara.

“Perusahan jelas diawasi negara, waktu kita (Komisi II) kunjungan lalu jelas bahwa ada proses tahapan sehingga air bisa keluar,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, menurut Mikson, perusahaan juga melakukan reboisasi di beberapa lereng.

“Sehingga air ketika turun bukan lagi dalam bentuk pece (lumpur),” pungkasnya.(*/Jian/Jefri/Wawan/TribunGorontalo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.