Panen Kedua, Varietas Padi 'Semeton Buleleng' Segera Disosialisasikan ke Petani di Bali
January 03, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng berencana mengembangkan varietas padi lokal bernama Semeton Buleleng. 

Varietas ini dinilai memiliki berbagai keunggulan, salah satunya memiliki produktivitas tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat. 

Dikatakan, jika varietas padi Semeton Buleleng telah melalui tahapan penanaman di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. 

Baca juga: Distan Denpasar Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi di Sanur Bali, 23 Positif Rabies

Hasilnya pun menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik di wilayah Buleleng, Bali. 

"Kebetulan hari ini merupakan panen kedua," ucapnya, Jumat 2 Januari 2026. 

Varietas padi 'Semeton Buleleng' memiliki sejumlah keunggulan dibanding padi lainnya. Mulai dari daun bendera yang tidak mudah rebah, relatif tahan serangan hama burung, serta memiliki produktivitas tinggi.

"Dari hasil uji, produksinya bisa mencapai lebih dari 6 ton per hektare, sekitar 6,4 ton. Ini sudah sangat baik," ujarnya.

Selain itu, padi 'Semeton Buleleng' juga dinilai lebih hemat air dan memungkinkan ditanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun, terutama pada kondisi keterbatasan air. Masa panennya pun relatif singkat, yakni sekitar 110 hari.

Padi Semeton Buleleng merupakan hasil persilangan dua jenis padi Buleleng, yang dilakukan pemulia tanaman asal Tejakula yang juga akademisi di Malang, Jawa Timur. 

Selain dikembangkan di Tangguwisia, varietas ini juga telah ditanam di wilayah Banyuning.

"Pak Bupati selanjutnya memberikan nama 'Semeton Buleleng' dengan harapan agar varietas ini bisa dikembangkan lebih luas di Buleleng," tandasnya. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.