Ngeri! Wanita Ini Temukan Besi di Snack Wafer Kemasan Populer
GH News January 03, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Tengah menikmati snack wafer, seorang konsumen terkejut menemukan 'bonus' tak terduga. Ada besi panjang di dalam varian wafer waffle tersebut.

Seorang konsumen mengaku menemukan benda berbahaya di dalam camilan kemasan yang dibelinya. Insiden ini diceritakan melalui unggahan di Threads @zhupymoko (2/1).

Konsumen tersebut diketahui membeli snack Waffle Tango, salah satu produk wafer populer dari Grup Orang Tua.

Saat sedang dikonsumsi, ia mengaku menemukan potongan besi dengan ukuran cukup panjang di dalam camilan tersebut.

Temuan ini dinilai sangat membahayakan karena berisiko melukai mulut, tenggorokan, hingga saluran pencernaan jika tertelan.

Wanita Ini Temukan Besi di Snack Wafer Kemasan PopulerWanita Ini Temukan Besi di Snack Wafer Kemasan Populer Foto: Threads/@zhupymoko

Merasa khawatir, konsumen bernama Pinkan itu kemudian menyampaikan keluhannya langsung kepada pihak produsen melalui pesan langsung (DM) Instagram resmi Orang Tua.

Dalam pesannya, ia menuliskan keluhan dengan nada tegas namun disertai humor satir.

"Selamat siang kak, saya Pinkan, kak, tadi barusan saya makan waffle terus ada besinya kak, mohon pengertiannya 2026 mau hidup dengan layak kak bukan belajar debus," tulisnya dalam DM tersebut.

Sayangnya, hingga unggahan keluhan itu beredar luas, Pinkan mengaku belum mendapat tanggapan dari pihak Orang Tua. Kasus ini pun memicu beragam reaksi warganet.

Wanita Ini Temukan Besi di Snack Wafer Kemasan PopulerKonsumen melayangkan komplain melalui DM Instagram. Foto: Threads/@zhupymoko

Banyak yang menyayangkan minimnya respons cepat dari produsen, mengingat temuan benda asing seperti besi dalam makanan tergolong insiden serius.

"Sebaiknya komplain via WhatsApp dulu, kalau nggak direspons baru via sosmed," tulis seorang warganet.

"Tapi sangat disayangkan kakaknya terlalu cepat buat up ke sosmed. Nggak nunggu respons CS-nya dulu, misalnya 1x24 jam, jadi bisa kasih kesempatan buat mereka audit internal dulu," tulis netizen lainnya.

Netizen lain juga menyoroti pengawasan kontrol kualitas (QC) produsen yang lemah hingga benda besi bisa 'lolos' dari pengamatan. "Sebagai QC di pabrik pangan, saya MAK TRATAP, BUKAN KASUS KECIL INIIIII," kata seorang netizen.

"Wahh, ini kalo kasusnya udah soal Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) metal, pasti gonjang ganjing ini internal food safety," sahut netizen lain.

Sementara itu, Pinkan juga mengaku telah menyampaikan komplain melalui email, tetapi juga belum mendapat respons.

detikFood telah mencoba menghubungi Pinkan melalui DM Instagramnya, namun hingga artikel ini ditulis belum mendapatkan respons.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.