TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina menilai pembukaan kembali Planetarium Jakarta dapat menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola sekaligus memperkuat pendidikan sains bagi para pelajar.
Menurut Elva, dibukanya kembali Planetarium juga menandai berakhirnya polemik berkepanjangan terkait ketidakjelasan tanggung jawab pengelolaan antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
“Jadi, pembukaan kembali Planetarium ini bukan sekadar seremoni,” ujar Elva, Sabtu (3/1/2026)
Ia mengatakan, Planetarium merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan literasi sains, khususnya astronomi, di kalangan pelajar.
Di tengah era visual dan digital saat ini, pembelajaran berbasis teks dinilai tidak lagi cukup untuk menumbuhkan rasa ingin tahu serta pola pikir kritis peserta didik.
Elva menilai, jika dimanfaatkan secara optimal, Planetarium dapat menjadi jembatan antara kurikulum sekolah dengan pengalaman belajar yang lebih konkret.
“Serta menyenangkan bagi peserta didik,” tandasnya.
Meski demikian, Elva menekankan pentingnya program edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan agar Planetarium tidak hanya dijadikan lokasi kunjungan satu kali tanpa tindak lanjut pembelajaran.
Menurutnya, kegiatan belajar harus mengiringi setiap kunjungan, mulai dari diskusi hingga pendampingan, sehingga anak-anak terdorong untuk bertanya dan memahami proses ilmiah secara sederhana.
Selain itu, kolaborasi dengan sekolah, guru, serta komunitas sains juga dinilai krusial agar program Planetarium selaras dengan kurikulum dan dapat diakses pelajar secara rutin.
Elva menambahkan, Planetarium Jakarta berpotensi membuka akses belajar bagi anak-anak yang belum memiliki fasilitas pendidikan sains yang memadai.
Dengan pengelolaan yang baik, Planetarium bisa berkembang menjadi wahana hiburan edukatif sekaligus pusat pembelajaran sains yang inspiratif.
“Rasa ingin tahu tidak tumbuh dari hafalan, tetapi dari pengalaman. Karena itu, Planetarium harus dikelola serius, progresif, dan berpihak pada kepentingan pendidikan Jakarta,” pungkas Elva.