Sekda Ni Made Dwipanti : Peredaran Uang Wisata Nataru Signifikan bagi DIY
January 03, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menilai lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mendorong perputaran uang yang signifikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, meski hingga kini pemerintah daerah masih menunggu data resmi jumlah kunjungan dan belanja wisatawan.

Hingga Jumat (2/1/2026), Made mengaku belum menerima laporan final terkait jumlah wisatawan yang datang ke DIY selama periode libur tersebut. 

Namun, berdasarkan pemantauan sementara, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai sekitar dua juta orang dalam rentang dua pekan.

“Belum masuk ya, ini belum masuk ke saya. Dari jumlah, dulu perkiraannya secara nasional itu hitungannya Kemenhub ya,” kata Made.

Menurut Made, besarnya arus wisatawan tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi daerah.

Ia menyebut, sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata ikut bergerak, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Salah satu yang tumbuh adalah usaha kafe. Selain itu juga kuliner,” ujarnya.

Baca juga: Kim Jong Un Ajak Putrinya Ziarah ke Makam Leluhur

Perkiraan lonjakan wisatawan itu sejalan dengan data Dinas Perhubungan DIY.

Pada periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.573.164 kendaraan masuk ke wilayah DIY dan 2.383.657 kendaraan keluar. 

Sementara itu, jumlah penumpang yang masuk melalui bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus mencapai 517.834 orang, sedangkan penumpang keluar sebanyak 542.544 orang.

Dari sisi potensi ekonomi, Made menyebut belum tersedia data terbaru mengenai rata-rata belanja wisatawan tahun ini. 

Namun, jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, rata-rata pengeluaran wisatawan di DIY tercatat sebesar Rp 2,66 juta per orang, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional Rp 2,31 juta. 

Dengan asumsi sekitar dua juta wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru, total perputaran uang dari aktivitas wisata di DIY diperkirakan mencapai Rp 5,32 triliun. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.