Sriwijaya FC Pasrah Menanti Keajaiban di Jakabaring, Jelang Kontra PSPS
January 03, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG –  Laskar Wong Kito sedang berada di titik paling kelam sepanjang sejarahnya. Menjelang laga ke-14 Pegadaian Championship 2025/26 kontra PSPS Pekanbaru, Minggu (4/1/2026), Sriwijaya FC hanya bisa pasrah dengan skuat seadanya.

“Kita seadanya aja,” ucap pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono, Jumat (2/1/2026). Kalimat singkat itu seolah merangkum seluruh keterbatasan tim kebanggaan Sumatera Selatan.

Belum jelasnya kabar akuisisi dan bergabungnya investor Sriwijaya FC membuat belum ada tanda-tanda kebangkitan Elang Andalas untuk mendatangkan pemain anyar di bursa transfer window putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26.

"Saya juga belum tahu. Silahkan tanya ke manajemen Sriwijaya FC yang lebih tahu," kata Budi Sudarsono.

Situasi Sriwijaya FC saat ini bisa dibilang sedang berada di titik paling krusial sepanjang sejarah klub.

Tim kebanggaan Sumatera Selatan ini, yang dikenal dengan julukan Laskar Wong Kito, saat ini berada di dasar klasemen Liga Championship 2025/2026 setelah hanya mengumpulkan 2 poin dari 13 laga yang sudah dijalani.

Menjelang dibukanya transfer window pada 10 Januari mendatang, pelatih Budi Sudarsono terus menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membangkitkan kembali performa tim.

Namun, segala upaya itu masih terhambat kondisi keuangan klub dan keputusan manajemen.

“Kita tetap ikut dalam pemilihan pemain, sambil menunggu manajemen yang baru,” kata Budigol.

Budi Sudarsono menjelaskan, meski memiliki beberapa nama pemain yang diincar, ia tidak bisa memutuskan sendiri tanpa persetujuan manajemen.

Hal ini membuat proses perbaikan tim menjadi terganjal, sementara waktu terus berjalan dan kompetisi tetap berlangsung.

“Kalau hanya mengandalkan pemain muda atau seadanya, itu tidak cukup. Dalam sebuah tim, komposisi harus seimbang di semua lini agar performa bisa meningkat,” kata Budi.

Ia menambahkan, meski sempat membuat PSMS Medan kerepotan pada pekan ke-13, kondisi fisik pemain yang cepat habis di babak kedua membuat ritme permainan sering berubah dari menyerang menjadi bertahan. Hal ini tentu mempersulit peluang meraih kemenangan.

Selain faktor pemain, Budigol juga menyoroti kondisi posisi klasemen yang cukup memprihatinkan. Jarak 11 poin dengan Persekat Tegal di peringkat 9 yang mengantongi 13 poin.

Artinya, setiap pertandingan menjadi sangat krusial, dan kesempatan untuk memperbaiki posisi semakin menipis jika tim tidak mendapatkan tambahan kekuatan baru.

Pelatih yang juga mantan striker Sriwijaya FC ini berharap manajemen baru dan investor baru dapat hadir sebagai solusi.

Kehadiran mereka diharapkan mampu membuka peluang bagi perekrutan pemain yang dibutuhkan, sehingga tim tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa bersaing di putaran ketiga liga Championship musim 2025/26.

“Saya juga berharap, dengan adanya manajemen baru, kita bisa berbicara banyak di bursa transfer nanti supaya posisi kita di klasemen bisa diperbaiki,” ujar Budi.

STARTER LAWAN PSMS - Starting XI Sriwijaya FC kontra PSMS Medan pada laga ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (27/12/2025) sore.
STARTER LAWAN PSMS - Starting XI Sriwijaya FC kontra PSMS Medan pada laga ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (27/12/2025) sore. (MO Sriwijaya FC)

Baca juga: Kurniawan Karman: Sumsel United Tantang Keangkeran Persekat Tegal

Ia menegaskan, bahwa meski tantangan besar menanti, ia dan para pemain akan berjuang semaksimal mungkin dengan skuat yang ada saat ini.

“Mungkin keajaiban akan terjadi,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.