BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Warga Desa Pondok Babaris Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu SUngai Utara (HSU) terisolasi akibat banjir, akses jalan lumpuh total terendam air.
Menuju Desa Pondok Babaris berupa jalan titian dan saat ini tidak bisa dilewati. Untuk keluar masuk desa pondok babaris hanya bisa menggunakan transportasi air.
Baihaki salah satu warga Desa Pondok Babaris mengatakan kondisi banjir sudah hampir satu bulan, saat ini paling parah dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai lutut orang dewasa.
Sedangkan di bagian jalan lebih dalam lagi ada yang satu meter, sepeda motor sudah tidak bisa digunakan. Aktivitas masyarakat nyaris lumpuh.
Warga Pondok Babaris yang mayoritas merupakan nelayan masih berupaya untuk bisa menjual hasil tangkapan. Baihaki yang juga nelayan mengatakan warga membuat jalur perahu sendiri ditengah banjir yang dipenuhi eceng gondok dan gulma lainnya.
Baca juga: Damkar HSU Tangkap Ular Piton 3,5 Meter, Kedapatan Warga Sungai Bahadangan Mangsa Kucing
Baca juga: Banjir Rob di Banjarmasin dan Pesisir Kalsel Masih Terjadi Sepekan Ke Depan, BMKG: Berikut Waktunya
“Kami menjual hasil tangkapan ikan ke desa Pinang Habang penuh perjuangan, jalur perahu yang sempit dan membahayakan jika bersimpangan dengan perahu lain,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Jalur perahu yang biasa digunakan pampan atau tertutup eceng gondok, sungai besar tidak bisa lagi dilewati dan membahayakan. Karenanya warga membuat jalur sendiri di tengah hamparan rawa yang luas.
Sebagian besar warga memang memiliki perahu karena akses transportasi darat tak bisa lagi digunakan. Kondisi ini diakui Baihaki paling parah dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.
“Tahun lalu di rumah saya banjir juga dengan ketinggian hanya sekitar 5 sentimeter, sekarang lebih dari 50 sentimeter,” ujarnya.
Baihaki menambahkan dari Pemerintah Daerah sudah menyerahkan bantuan sembako untuk seluruh warga. Namun mereka masih mengharapkan adanya bantuan atau upaya untuk pembersihan sungai agar bisa kembali digunakan untuk transportasi air serta membuat banjir menjadi lekas surut.
Kepala BPBD HSU Syamrani mengatakan untuk bantuan ke Pondok Babaris telah diserahkan sebanyak 157 paket bantuan. Bantuan dari BNPB, transportasi darat sudah sulit untuk digunakan hanya menggunakan transportasi air.
“Beruntung banyak warga yang memiliki perahu sehingga masih bisa menuju desa lain,” ujarnya.
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati