Kasus pembunuhan anak H Maman Suherman, Dewan Pakar PKS di Cilegon, yang menewaskan MAHM (9) akhirnya menemukan titik terang.
Setelah lebih dari dua pekan penyelidikan, pelaku berinisial HA berhasil diamankan polisi pada Jumat (3/1/2025) di wilayah Ciwedus, Kota Cilegon.
Penangkapan tersebut bermula dari aksi pencurian yang dilakukan pelaku di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri, yang berada di kawasan perbukitan Cilegon. Aksi itu terjadi saat rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya tengah berada di BSD, Tangerang.
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan membenarkan penangkapan tersebut.
“Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” ujar AKP Sigit saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026), mengutip TribunBanten.com.
Keluarga Roisyudin awalnya tidak mengetahui keterkaitan pelaku dengan kasus pembunuhan MAHM. Hal tersebut baru diketahui setelah mereka menghubungi kepolisian.
“Iya, ditangkap di rumah saudara. Memang saat itu saya tidak ada di lokasi. Sebelumnya tidak ngeuh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. Kami baru tahu pada malam harinya. Saat kami menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS,” ujar Dede Rohana, anggota DPRD Provinsi Banten.
Aksi pencurian pertama terjadi pada Minggu (28/12/2025).
Pelaku berhasil membawa perhiasan dan sempat memindahkan sebuah brankas ke luar rumah menggunakan kursi roda, namun ditinggalkan karena belum sempat dibuka.
"Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” jelas Dede.
Pelaku kemudian kembali pada Jumat siang untuk mencoba membongkar brankas tersebut.
Namun aksinya kepergok oleh asisten rumah tangga yang sedang membersihkan rumah.
“Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” ungkapnya.
Saat melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh di tangga, lalu bersembunyi di dalam rumah.
Penangkapan berlangsung dramatis karena pelaku menodongkan benda menyerupai pistol ke arah warga.
“Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang,” jelas Dede.
Sementara itu, dalam kasus pembunuhan MAHM, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan perampokan karena tidak ada barang berharga yang hilang.
"Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," ungkap AKP Sigit melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com.
Saat kejadian, hanya korban dan kakaknya yang berada di rumah.
"(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi masing-masing gitu. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," tutur Sigit.
Kronologi bermula saat ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon darurat dari anak keduanya sekitar pukul 14.20 WIB.
Ia segera pulang dan menemukan MAHM sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kamar.
Korban sempat dibawa ke RS Bethsaida, namun dinyatakan meninggal dunia.