Hadapi Kondisi Global, PM Jepang Naikan Standar Gaji Pegawai Swasta
January 05, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Hadapi kondisi global yang semakin tidak menentu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi justru memilih memperkuat kesejahteraan pekerja Jepang. 

Menurut Sanae Takaichi, penguatan dari dalam negeri bisa mendatangkan kepastian untuk Jepang. 

Pernyataan itu disampaikan Takaichi dalam pidato tahun baru 2026 yang disampaikannya Senin (5/1/2025).

Dalam pidatonya, Sanae Takaichi menyinggung soal situasi internasional yang berubah dramatis. 

Maka pemimpin pemerintahan Jepang itu percaya bahwa pihaknya harus mengelola pemerintahan di tahun ini dengan optimisme untuk warga Jepang.

Di mana, Sanae berjanji akan membuat negara tersebut kuat dan makmur.

“Kita tidak boleh kehilangan pandangan terhadap gambaran besar dan dengan memperhatikan bagaimana negara kita akan membuka jalan bagi era berikutnya,” jelasnya. 

Caranya kata Sanae yakni justru dengan menciptakan kesejahteraan untuk para pekerja Jepang. 

Di mana pemerintah harus bisa menjamin bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini. 

Pada akhir tahun lalu, kata Takaichi, pihaknya dengan kerja sama Partai Demokrat untuk Rakyat, telah memutuskan untuk menaikkan ambang batas pendapatan tahunan.

Baca juga: Dituduh Donald Trump Teroris Narkoba, Berapa Harta Presiden Venezuela?

Pemerintah juga telah mengurangi beban pajak penghasilan untuk berbagai kalangan generasi pekerja, termasuk kelas menengah. 

Selain itu, mulai April tahun ini, pemerintah Jepang akan menerapkan pendidikan gratis.

“Lebih lanjut, berdasarkan kesepakatan koalisi kami dengan Partai Restorasi Jepang, kami juga akan menerapkan "pendidikan gratis" mulai April ini,” jelasnya. 

Diketahui, Jepang sempat was-was dengan aksi Korea Utara yang disebut meluncurkan rudal balistik pada Minggu (4/1/2026). 

Jepang menjelaskan bahwa pihaknya bersiap dengan kemungkinan terburuk yang dilakukan oleh Korea Utara pada Minggu pagi. 

Rudal balistik tersebut diluncurkan Korea Utara setelah kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

Penangkapan tersebut diduga membuat Korea Utara khawatir lantaran Amerika Serikat mulai menunjukan perangainya yang melewati batas kedaulatan negara lain.

Sebab diketahui Presiden Korea Utara Kim Jong Un merupakan target Amerika Serikat lantaran keteguhannya untuk membuat nuklir yang ditentang oleh sekutu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.