Muhammad Farhan Soroti Dua Hal Soal Masjid Raya Bandung Tak Lagi Dibiayai Pemprov Jabar
January 07, 2026 02:27 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masjid Raya Bandung kini menghadapi tantangan serius setelah Pemprov Jabar menghentikan dukungan pembiayaan operasional terhadap masjid itu.

Pemprov juga menarik 23 orang staf yang sebelumnya bekerja melalui skema alih daya.

Hal ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya belum mendapat informasi secara lengkap apa yang terjadi, namun ada dua hal yang perlu diamati. 

"Satu masalah status. Status itu artinya tercatat sebagai aset, itu penting. Kedua anggaran, karena dua hal yang terpisah secara manajemen keuangan. Jadi saya pengen tahu dulu asetnya ada di mana. Kedua, anggarannya ada dari mana," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Rabu (7/1/2025).

Baca juga: Butuh Operasional Rp200 Juta per Bulan, Masjid Raya Bandung Bakal Buka Kencleng dan Donasi

Sementara saat disinggung anggaran operasional akan diserahkan ke Pemkot Bandung, Farhan belum bisa memastikan. Namun, dia akan mengajak masyarakat untuk tetap peduli terhadap masjid yang ada di sekitar Alun-alun Bandung tersebut.

"Yang namanya rumah ibadah itu harus diurus sama-sama. Saya akan ajak semua orang yang peduli kepada Masjid Raya Bandung untuk kita pelihara bersama. Saya kan muslim, jadi bukan hanya kewajiban, salah satunya kita memakmurkan masjid," katanya.

Sebelumnya, Ketua Nadzir Masjid Raya Bandung, Roedy Wiranatakusumah mengatakan, anggaran untuk biaya operasional seperti perbaikan bangunan, membayar gaji pegawai yang lebih dari 20 orang, air, hingga listrik bisa mencapai Rp200 juta per bulan.

Baca juga: Sudah Sah Cerai dari Atalia, Ridwan Kamil Akui Selama 29 Tahun Banyak Khilaf dan Keterbatasan

"Ini merupakan bangunan warisan yang kondisinya harus diketahui publik, maka seluruh stakeholder harus tahu sehingga ini jemaah istilahnya dipaksa agar jemaah harus bersedekah karena kita juga harus bayar listrik dan air," ucap Roedy.

Nominal tersebut dinilai memang tidak kecil, sehingga diharapkan ada bantuan dari berbagai pihak agar masjid ini tidak mati. Sehingga, Roedy berharap masyarakat yang datang ke masjid ini bisa membantu dalam bentuk sedekah berapapun besarannya.

"Per Januari ini kita hanya andalkan kencleng, donasi, atau kerja sama dengan pihak luar yang fokus untuk melanjutkan keberadaan masjid ini," katanya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.