Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan: Swasembada Pangan Kunci Stabilitas Keamanan
January 08, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyatakan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat, merupakan bentuk kemandirian.

Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar program pertanian, tetapi penentu utama kedaulatan sebuah bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Irjen Herry saat meninjau langsung panen jagung di wilayah Kampar, Riau, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, percepatan swasembada pangan yang terealisasi hanya dalam satu tahun merupakan capaian strategis yang mengubah arah ketahanan nasional.

"Kita patut bersyukur, target swasembada pangan yang semula diproyeksikan dalam empat tahun, berhasil diwujudkan dalam satu tahun pada 2025 kemarin. Ini adalah hasil kerja kolektif antara pemerintah, TNI, Polri, petani, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Irjen Herry mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, bahwa ketergantungan pangan adalah titik lemah sebuah negara.

"Tidak mungkin sebuah negara disebut merdeka sepenuhnya apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain. Capaian ini adalah tonggak penting kedaulatan bangsa kita," tegasnya.

Baca juga: Kapolda Riau Tinjau Setahun Program MBG di Pekanbaru, Singgung Pernyataan Presiden dan Kapolri

Di Riau, klaim swasembada itu diterjemahkan ke kerja konkret. Ribuan hektare lahan kini aktif ditanami jagung, melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani. 

Total luas tanam yang telah berjalan mencapai 1.805,26 hektare dengan estimasi produksi 526,67 juta ton, menjadikan sektor pangan sebagai salah satu penggerak baru stabilitas daerah.

Kontribusi institusi kepolisian juga tampak langsung di lapangan. 

Pada awal periode 2025–2026, jajaran Polda Riau mengelola puluhan hektare lahan dan menghasilkan puluhan ton jagung. Produksi terbaru di berbagai wilayah Riau diperkirakan menembus 100 ton.

Bagi Irjen Herry, keterlibatan Polri tidak berhenti pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh tanggung jawab ekologis melalui pendekatan Green Policing.

"Kegiatan ini sejalan dengan program Tabung Harmoni Hijau yang baru-baru ini diresmikan bersama Pemkot Pekanbaru. Kami memadukan kepentingan ekologis, sosial, dan kebijakan publik," jelasnya.

Ia menekankan, pangan yang kuat akan membentuk masyarakat yang stabil. Stabilitas itulah, kata dia, yang menjadi fondasi utama keamanan.

"Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan nasional. Jika rakyat sejahtera dan cukup pangan, maka stabilitas keamanan akan lebih mudah diwujudkan," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.