Alasan Keluarga Kades Panggalih Garut Intimidasi Holis, Sebut Tak Terima Wahyu Disebut Korupsi
January 07, 2026 02:27 PM

TRIBUNJABAR.ID - Keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih, Wahyu, yang viral mengintimidasi warga di Garut mengaku menginitmidasi karena tidak terima disebut korupsi.

Peristiwa intimidasi terhadap warga bernama Holis Muhlisin (31) itu terjadi Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih pada 27 Oktober 2025 lalu.

Holis Muhlisin sendiri adalah pedagang telur yang aktif membagikan perkembangan maupun kritik infrastruktur terutama jalan rusak di desanya.

Video intimidasi itu pun viral di media sosial. Di dalamnya, terlihat keluarga Wahyu melontarkan kata-kata kasar hingga menarik pakaian Holis Muhlisin.

Keluarga yang dimaksud adalah istri, menantu, hingga adik dari Kades Panggalih tersebut.

Setelah viral, keluarga Wahyu pun menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, seperti yang terekam dalam unggahan sang gubernur di YouTube, Selasa (6/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi bertanya mengapa menantu Wahyu ikut memberikan intimidasi terhadap Holis Muhlisin.

Baca juga: Sosok Wahyu, Kades Panggalih yang Keluarganya Intimidasi Warga, Akui Tak Tahu Pengeluaran Desa

"Kenapa menantunya ikut marah segala?" kata Dedi Mulyadi.

Menantu Wahyu pun mengatakan bahwa ia terpancing emosi saat dalam situasi tersebut.

"Terpancing emosi," ucap menantu Wahyu.

"Emang, siapa yang mancing? Kan enggak ada yang mancing, jalan rusak kenapa mancing?" timpal Dedi Mulyadi.

Kemudian, istri Wahyu langsung menjawab bahwa Holis Muhlisin membuat emosi keluarganya terpancing.

"Ya Holis," kata istri Wahyu.

Lebih lanjut, menantu Wahyu mengklaim bahwa mereka mengintimidasi bukan karena masalah jalan rusak, tetapi tidak terima sang kades disebut korupsi.

"Memang bukan dari masalan jalan rusak, tetapi tudingan dia Bapak (Wahyu) korupsi," ucap menantu Wahyu.

Dedi Mulyadi pun balik bertanya, apakah Wahyu memang benar-benar tidak korupsi.

"Emang tidak korupsi, Bapaknya?" tanya Dedi Mulyadi.

INTIMIDASI WARGA - Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Garut, bernama Wahyu (kanan) berkunjung ke Lembur Pakuan setelah video keluarganya mengintimidasi warga yang mengkritik pembangunan viral di media sosial.
INTIMIDASI WARGA - Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Garut, bernama Wahyu (kanan) berkunjung ke Lembur Pakuan setelah video keluarganya mengintimidasi warga yang mengkritik pembangunan viral di media sosial. (Istimewa/YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Wahyu pun mengklaim bahwa dirinya tidak pernah terlibat korupsi selama menjabat jadi Kades Panggalih.

"Alhamdulillah, Pak, enggak korupsi. Sebagai kepala desa, saya bertanggung jawab penuh kepada desa saya, kelahiran saya," kata Wahyu.

Sosok Wahyu

Adapun, Wahyu adalah sopir truk yang mengangkut kayu dari berbagai wilayah sebelum akhirnya menjadi Kades Panggalih.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kades Panggalih pada Desember 2019. Masa jabatannya habis pada Desember 2027 mendatang.

Kepada Dedi Mulyadi, Wahyu menyatakan rasa percaya diri untuk kembali maju dalam pemilihan kepala desa (pilkades) berikutnya setelah masa jabatannya habis.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pastikan Kades di Panggalih Garut Segera Diaudit

"Semoga menang lagi, biar saja kalau desa ribut juga," kata Wahyu.

"Siap mencalonkan lagi. Tanggung kalau sudah begini mah," sambungnya.

Dedi Mulyadi pun mengingatkan Wahyu agar tidak arogan ketika menjadi seorang pemimpin.

"Tapi jangan jadi pemarah kalau jadi kepala desa. Biasa pemimpin dikritik," timpal Dedi Mulyadi.

Tak Ketahui Pengeluaran Desa

Kemudian, Dedi Mulyadi pun memeriksa Wahyu dan perangkat desa yang hadir di tempat terkait pengeluaran Desa Panggalih.

Dalam kesempatan itu, Wahyu menyerahkan kepada Sekretaris Desa-nya untuk menjelaskan.

Dedi Mulyadi pun mengatakan, Wahyu sebagai kepala desa bisa jadi tidak mengetahui pengeluaran desa yang selama ini ia pimpin.

"Kamu sepertinya tidak tahu (pengeluaran). Saya yakin kamu enggak tahu. Banyak kepala desa yang tidak tahu pengeluaran desa, kalau ditanya 'tidak tahu urusan sekdes'," beber Dedi Mulyadi.

Kemudian, ucapan tersebut diamini oleh Wahyu.

"Tidak tahu," kata Wahyu sambil mengangguk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.