Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi soal Masjid Raya Bandung yang kini menghadapi tantangan serius karena mulai Januari 2026, Pemprov Jabar menghentikan dukungan pembiayaan operasional terhadap masjid itu.
Seperti diketahui, keputusan tersebut diambil dengan alasan bahwa Masjid Raya Bandung ini tidak tercatat sebagai aset milik Pemprov Jabar. Sehingga, seluruh dukungan finansial, termasuk 23 orang staf yang sebelumnya bekerja melalui skema alih daya pun ditarik.
Farhan mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya belum mendapat informasi secara lengkap apa yang terjadi, namun ada dua hal yang perlu diamati betul yakni masalah status aset dan anggaran keuangan untuk masjid ini.
"Satu masalah status. Status itu artinya tercatat sebagai aset di mana, itu penting. Kedua anggaran, karena dua hal yang terpisah secara manajemen keuangan. Jadi saya pengen tahu dulu asetnya ada di mana. Kedua, anggarannya ada dari mana," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Rabu (7/1/2025).
Sementara saat disinggung anggaran operasional akan diserahkan ke Pemkot Bandung, Farhan belum bisa memastikan. Namun, dia akan mengajak masyarakat untuk tetap peduli terhadap masjid yang ada di sekitar Alun-alun Bandung tersebut.
"Yang namanya rumah ibadah itu harus diurus sama-sama. Saya akan ajak semua orang yang peduli kepada Masjid Raya Bandung untuk kita pelihara bersama. Saya kan muslim, jadi bukan hanya kewajiban, salah satunya kita memakmurkan masjid," katanya.
Sebelumnya, Ketua Nadzir Masjid Raya Bandung, Roedy Wiranatakusumah mengatakan, anggaran untuk biaya operasional seperti perbaikan bangunan, membayar gaji pegawai yang lebih dari 20 orang, air, hingga listrik bisa mencapai Rp200 juta per bulan.
"Ini merupakan bangunan warisan yang kondisinya harus diketahui publik, maka seluruh stakeholder harus tahu sehingga ini jemaah istilahnya dipaksa agar jemaah harus bersedekah karena kita juga harus bayar listrik dan air," ucap Roedy.
Nominal tersebut dinilai memang tidak kecil, sehingga diharapkan ada bantuan dari berbagai pihak agar masjid ini tidak mati. Sehingga, Roedy berharap masyarakat yang datang ke masjid ini bisa membantu dalam bentuk sedekah berapapun besarannya.
"Per Januari ini kita hanya andalkan kencleng, donasi, atau kerja sama dengan pihak luar yang fokus untuk melanjutkan keberadaan masjid ini," katanya.