Penyebab Kematian Sekeluarga di Jakut Tewas dengan Mulut Berbusa, Kriminolog Duga Kena Racun Ini
January 03, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id - Peristiwa tewasnya satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar.

Seorang ibu dan dua anak ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan mereka dengan kondisi fisik yang tidak lazim, memicu dugaan adanya paparan zat berbahaya.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menyebut indikasi kuat bahwa kematian tersebut berkaitan dengan keracunan bahan kimia.

Dugaan awal itu didasarkan pada ciri-ciri yang tampak pada tubuh para korban saat ditemukan.

"Ini nampaknya keracunan, keracunannya jenis apa? Nampaknya kalo dilihat dari segi ada busa (di mulut para korban), kemudian tubuh melepuh, ini kena kimia seperti sianida yang kemudian membuat tampilan tubuh seperti itu," jelas Adrianus dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Sabtu (3/1/2025).

Ciri Fisik Mengarah ke Sianida

Meski mengarah pada zat kimia berbahaya seperti sianida, Adrianus menegaskan bahwa kesimpulan tersebut belum final.

Ia mengingatkan, penetapan penyebab kematian harus melalui proses ilmiah yang valid.

"Tapi tentu dari segi kepastiannya harus menunggu pemeriksaan laboratorium dulu," tuturnya.

Pendalaman masih dilakukan untuk memastikan jenis racun, cara paparan, serta kemungkinan unsur lain yang menyebabkan tragedi ini.

Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi kunci utama untuk membuka tabir penyebab kematian ketiga korban.

Polisi Temukan Mulut Berbusa dan Ruam Merah

Sebelumnya, aparat kepolisian melaporkan bahwa tiga orang penghuni rumah kontrakan tersebut ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa dan ruam kemerahan di sejumlah bagian tubuh.

Ketiga korban diketahui merupakan seorang ibu berinisial S (50), perempuan berinisial AA (27), serta seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang juga berinisial AA.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar membenarkan temuan tersebut.

"Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya," ucap Seno saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).

Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu orang lain dalam kondisi kritis di lokasi yang sama.

Namun, orang tersebut tidak menunjukkan gejala mulut berbusa seperti tiga korban meninggal.

SELIDIKI - 3 orang sekeluarga tewas dirumah, Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, Jumat (02/01/2026)
SELIDIKI - 3 orang sekeluarga tewas dirumah, Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, Jumat (02/01/2026) (Tribunnews.com)

Tim medis kini masih memastikan apakah terdapat tanda ruam serupa pada tubuh korban yang selamat.

“Itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter,” ujar Seno.

Hingga kini, penyelidikan terus berjalan, sementara publik menanti jawaban pasti atas tragedi yang merenggut nyawa satu keluarga dan mengguncang warga sekitar.

Kronologi Kasus

Sebanyak tiga orang sekeluarga ditemukan meninggal di dalam rumah di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (2/1/2026).

Ketiga orang ini masih satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak.

Ibu tersebut, memiliki empat orang anak, tiga di antaranya meninggal dan satu orang ditemukan dalam kondisi kritis di rumah. Sedangkan satu anak lagi sedang bekerja saat kejadian.

Awalnya, warga curiga lantaran kondisi rumah sepi.

Saat rumah kontrakan dibuka, warga menemukan tiga orang meninggal dan satu orang kritis sehingga langsung dilarikan ke RSUD Koja.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan botol air mineral kemasan, bungkus makanan yang telah habis, hingga barang pribadi milik korban.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, menerangkan penyebab kematian korban masih diselidiki dengan memeriksa barang-barang di TKP.

Pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya pembunuhan.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menerangkan jenazah ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulut.

“Dari pemeriksaan awal dari kasat mata, keluar busa dari mayat tersebut,” ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.

Dua jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki.

Identitasnya yakni Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).

Sementara yang kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22).

"Ada yang di masing-masing (ditemukan) di kamar dan di ruang tamu," lanjutnya.

Jenazah dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi.

Iptu Seno Adji mengatakan, sampel sejumlah barang yang ditemukan di rumah diambil.

“Dapat kami sampaikan bahwa dari teman-teman Mabes Polri, yakni Puslabfor, sudah datang untuk melakukan pengambilan sampel terhadap benda-benda yang ada di TKP yang sekiranya diperlukan untuk pengecekan lebih lanjut,” tuturnya.

Terkait temuan botol air mineral, ia belum dapat menyimpulkan korban meninggal karena keracunan.

“Itu hanya benda (botol) yang berada di sekitar korban, jadi kita amankan,” terangnya.

Pemeriksaan saksi belum dilakukan dan hanya interogasi awal.

“Masih belum bisa kita simpulkan terkait itu (penyebab kematian), masih dalam pemeriksaan medis lebih lanjut,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.