Gelagat Tarsitem Kades Terpilih di Indramayu yang Meninggal Sebelum Dilantik, Jalani Tradisi Adat
January 03, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Kematian Tarsitem, Kepala Desa (Kades) terpilih di Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam.

Apalagi, Tarsitem meninggal, Jumat (2/1/2026) pagi, tepatnya beberapa hari sebelum pelantikan sebagai kades.

“Kami dari keluarga memohon apabila almarhumah ada kekhilafan mohon dimaafkan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah datang mendoakan almarhumah,” kata perwakilan keluarga Tarsitem, Tarjono, dikutip dari Kompas.com.

Di lokasi, tampak warga yang melayat ke rumah duka yang lokasinya persis di depan Balai Desa Sukasari.

Mereka menyalami keluarga dan mengucapkan belasungkawa.

Sebelum meninggal, kondisi Tarsitem sempat menurun hingga jatuh pingsan.

Tarsitem kemudian dilarikan ke RSUD Indramayu mendapat penanganan.

Sayangnya, nyawa Tarsitem tak tertolong. Ia meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

“Meninggal dunia sekitar jam setengah 9 saat dibawa ke RSUD,” kata Tarjono.

Penyebab Kematian Tarsitem

Baca juga: Imbas Pengusaha Batu Bara Protes soal Pajak, Menkeu Purbaya Beri Sindiran Pedas: Sudah Pada Kaya

Tarjono menyampaikan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya almarhumah, mengingat almarhumah meninggal sebelum dilakukan

Dari keterangan rumah sakit, diagnosis meninggalnya Tarsitem tertulis dead on arrival (DOA) atau meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan.

Meski demikian, keluarga menilai bahwa Tarsitem meninggal dunia karena kelelahan pasca-pemilihan kuwu (Pilwu) yang berlangsung pada 10 Desember 2025 lalu.

Gelagat Tarsitem

Sebelum dan pasca-Pilwu, almarhumah diketahui memiliki agenda yang padat, terutama saat sebelum pemilihan berlangsung.

Disampaikan Tarjono, Tarsitem juga sempat melakukan adat mengelilingi batas desa tengah malam yang diperuntukkan untuk calon kepala desa.

“Itu kan sangat melelahkan sekali, apalagi almarhumah ini perempuan, hal itu dilakukan almarhumah karena sudah menjadi adat di sini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tarjono juga kembali meminta doa kepada masyarakat untuk Tarsitem agar almarhumah husnul khatimah.

Jabatan Kosong 

Camat Arahan, Rohaenah, memberikan keterangan terkait kekosongan jabatan Kades Sukasari, Indramayu setelah Tarsitem meninggal dunia.

Menurut Rohaenah, pengisian kekosongan itu tetap akan mengacu pada aturan yang berlaku. 

"Nanti akan ada PJ, kemudian dilakukan Pergantian Antar-Waktu (PAW)," ujarnya.

Ketika ditanya terkait kemungkinan pemilihan ulang, Rohaenah menjawab hanya ada pemilihan PAW, bukan pemilihan secara langsung. 

"Pemilihan ulang terbatas nanti di PAW, tidak seperti pemilihan langsung saat Pilwu di masyarakat," kata dia.

Terkait meninggal dunianya Tarsitem sebagai Kades Suksari terpilih, Rohaenah turut menyampaikan belasungkawa.

Setekah mendapat kabar, Rohaenah langsung melakukan takziah.

Perihal kekosongan kepala desa itu, pihak keluarga mengutarakan harapannya agar keputusan PAW yang diambil berkeadilan untuk keluarga almarhumah. 

"Harapan keluarga karena Pilwu ini sudah selesai, walaupun almarhumah tidak bisa dilantik, harapannya perihal PAW itu bisa dipilih yang katakanlah mengakomodasi keluarga kuwu yang memenangi Pilwu," ujar Tarjono, perwakilan keluarga di rumah duka. 

Harapan itu bukan tanpa alasan. Tarjono menyebut bahwa program kerja Desa Sukasari nanti bisa memrepresentasikan program kerja yang sudah dibuat oleh Tarsitem sehingga harapan masyarakat yang sudah memilih almarhumah bisa terakomodasi.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.