Sekeluarga Tewas di Jakut Baru 5 Bulan Ngontrak di Warakas, Kepala Keluarga Meninggal Belum Lama
January 03, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Satu keluarga yang ditemukan tewas di Jakarta Utara belum lama mengontrak di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ibu dan dua anaknya ditemukan tewas dalam kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam di bagian tubuhnya.

Ketiga korban yang meninggal yakni sang ibu, S (50), dan dua anaknya, AA (27) serta AA (13).

Korban dan anak-anaknya ternyata baru sekira lima bulan terakhir menghuni rumah kontrakan tersebut.

"Kalau untuk tinggal, ibu ini baru sekitar kurang lebih lima bulan," kata tetangga korban, Wulan, dikutip Tribunnews dari YouTube tvOneNews, Sabtu (3/1/2026).

Lantaran belum lama menempati rumah kontrakan itu, korban belum banyak berinteraksi dengan warga sekitar, termasuk dengan Wulan.

Di tambah lagi, S jarang keluar, dan lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah.

Wulan yang sesekali bertemu korban mengatakan, S dikenal sebagai sosok yang ramah.

"Kebetulan ibu juga suka di dalam terus, jadi kita kurang berinteraksi kan, paling kalau bertemu pas bertatap muka ya memang ramah," ungkap dia.

Kepada Wulan, S juga sempat mengatakan suaminya meninggal belum lama.

"Kebetulan ibu ini beliau sudah ditinggal suami belum lama, waktu bertemu saya sempat bilang, 'belum lama suami saya meninggal', cuma berapa lamanya gak cerita," tukasnya.

Baca juga: Polisi Analisis CCTV Sekitar Rumah Kontrakan Satu Keluarga Tewas di Warakas Jakut

Kematian tiga anggota keluarga itu pertama kali diketahui oleh anak korban yang baru pulang bekerja.

Setibanya di rumah, ia terkejut mendapati keluarganya sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026), dilansir Kompas.com.

Anak itu lantas meminta pertolongan warga sekitar.

Onkoseno menuturkan, saat ditemukan, ketiga korban dalam kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam di bagian tubuhnya.

"Ya itu juga masih dalam pemeriksaan ya. Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya," ujar dia.

Kemudian ada satu anak korban lagi yang ditemukan dalam kondisi selamat, namun mengalami syok.

Sementara itu, polisi masih mendalami penyebab kematian tiga anggota keluarga tersebut.

Dugaan awal, ibu dan tiga anaknya meninggal akibat keracunan.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, jasad ketiga korban telah diautopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan ke keluarganya," ujar Karumkit RS Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, Sabtu (3/1/2026).

Prima menuturkan, hasil autopsi belum dapat disampaikan karena membutuhkan waktu.

"Untuk hasilnya masih nunggu toksikologi," imbuhnya.

Di samping itu, dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya botol air mineral kemasan dan tiga bungkus bekas makanan yang sudah habis.

Selain itu, beberapa barang milik korban juga diamankan, di antaranya ponsel.

(Tribunnews.com/Lusi/Reynas Abdila, Kompas.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.