Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN untuk menerapkan ilmu pemerintahan yang didapatkan di kampus guna membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Tito menegaskan penugasan praja IPDN ke Aceh merupakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah yang terdampak bencana, termasuk Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah terdampak paling berat.
"Praktikkan bersama dengan nanti ASN Kemendagri, pengasuh, untuk bantu menghidupkan pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa-desa," kata Tito saat melepas keberangkatan praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu.
Ia mengatakan seluruh kecamatan di daerah tersebut terdampak dan lebih dari 200 desa mengalami kerusakan.
Bahkan, kantor pemerintahan kabupaten hingga desa masih dipenuhi lumpur, sistem administrasi terganggu, serta layanan kependudukan dan teknologi informasi belum berjalan optimal.
Mendagri menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena praja IPDN yang diberangkatkan telah dipilih dari ribuan praja lainnya.
Menurut ia, pengalaman terjun langsung menangani persoalan pemerintahan pascabencana merupakan pengalaman langka yang belum tentu dapat dirasakan semua orang.
Tito menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) bagi para praja IPDN. Bahkan, kegiatan tersebut juga masuk kurikulum pembelajaran sehingga menjadi bahan penilaian bagi praja.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sangat mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri dalam mengirimkan praja IPDN ke daerah bencana.
Bahkan, Presiden juga mendukung apabila sekolah kedinasan lain dapat mengerahkan siswanya untuk membantu daerah terdampak sesuai dengan keilmuannya masing-masing.
"Misalnya, sekolah kedinasan di bidang perhubungan itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan, bandara ada yang terdampak enggak, pelabuhan termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil," kata Mendagri.







