DLH Kota Malang Bakal Beri Mobil Siaga pada Maret 2026 untuk Warga Terdampak Limbah TPA Supit Urang
January 03, 2026 08:35 PM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Satu per satu tuntutan warga desa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, yang terdampak pencemaran limbah TPA Supit Urang milik Pemkot Malang, mulai terealisasi.

Yang pertama, permintaan warga untuk berobat gratis ke Puskemas Mulyorejo, milik Pemkot Malang, sudah dikabulkan.

Warga tiga desa, yakni Desa Jedong, Desa Dalisodo, Desa Pandanlandung, ketiganya Kecamatan Wagir, saat ini bebas berobat.

Itu menyusul banyaknya warga yang mendadak sakit, seperti mual, gatal-gatal, dan kepalanya pusing.

Penyebabnya, karena diduga dampak dari pencemaran bau tak sedap, serangan lalat hijau tiap pagi ke rumahnya dan tercemarnya sumur warga.

"Alhamdulillah, untuk berobat ke Puskemas Mulyorejo, kini bebas (gratis), cuma menunjukkan KTP, langsung dilayani. Itu sesuai permintaan kami," ungkap Tekat Wahyudi, Kades Jedong kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga: DLH Kabupaten Malang Beri Mobil Siaga untuk Desa Terdampak Limbah TPA Supit Urang, Kota Malang Lelet

Untuk tuntutan kedua, yakni warga minta dibuatkan sumur artesis.

Sebab, banyak sumur warga yang tercemar, bukan cuma berubah warna, namun baunya juga badek sehingga tak layak pakai.

Dampaknya, bila musim kemarau, warga kesulitan air bersih, sehingga menunggu bantuan air dari Perumda Tirta Kanjuruhan atau PDAM milik Pemkab Malang.

Tuntutan ketiga, warga juga minta kompensasi mobil siaga, buat mengantar warga yang sakit.

Perlu diketahui, dari tiga desa yang terdampak limbah dari TPA yang menampung sampah 500 ton per hari itu, baru Desa Jedong, yang sudah dapat mobil siaga Wuling Confero.

Itu bantuan dari Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

"Itu bentuk kepedulian kami, meski TPA itu milik Pemkot Malang," ungkap Afi, panggilannya.

Sedangkan untuk dua desa lainnya, yakni Desa Dalisodo dan Desa Pandanlandung, itu akan diberi mobil siaga oleh Pemkot Malang.

"Iya, kemungkinan Maret 2026, itu baru terealisasi (mobil siaga dan sumur artesis buat warga)," ungkap Raymond H Matondang, Plt Kadis LH Pemkot Malang.

Praktis, kepastian bantuan dua mobil siaga dan sumur artesis itu, membuat Abdul Qodir atau Adeng, anggota DPRD Kabupaten Malang itu lega.

Sebab, ia selama ini yang cukup getol memperjuangkan penderitaan warga tiga desa itu dari pencemaran limbah TPA yang memberikan kontribusi Rp 40 miliar tiap tahun ke PAD Pemkot Malang.

"Ya, baguslah jika sudah ada kepastian seperti itu. Kita tunggu saja."

"Untuk mobil Siaga buat warga Desa Jedong, itu kami yang memperkuangkan," ungkap ketua Fraksi PDIP yang baru terpilih jadi ketua DPC PDIP Kabupaten Malang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.