Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Proyek pekerjaan rehabilitasi irigasi Bendung Air Seluma, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang dikerjakan oleh PT Cipta Karya Multi Tekhnik mengalami keterlambatan atau molor.
Kontrak kerja proyek tersebut diketahui telah berakhir pada 31 Desember 2025 lalu.
Kontraktor pelaksana PT Cipta Karya Multi Tekhnik, Denipras, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com pada Sabtu siang (3/1/2026), masih enggan memberikan komentar terkait molornya pengerjaan proyek tersebut.
Ia mengatakan akan memberikan penjelasan setelah berada di Seluma.
"Nanti saya kabari kalau saya sudah di Seluma. Saya sedang di luar kota saat ini," ujar Deni melalui pesan WhatsApp.
Perbaikan saluran irigasi Bendung Air Seluma diketahui dimulai sejak Mei 2025 dan direncanakan berakhir pada 31 Desember 2025.
Item pekerjaan yang dilaksanakan meliputi perbaikan saluran irigasi mulai dari BS 0 hingga BS 17.
Namun, pekerjaan yang dilakukan sebagian besar terfokus di BS 0 yang berada di Kelurahan Lubuk Kebur.
Sementara itu, pembersihan sedimen di sepanjang saluran irigasi belum dilaksanakan sama sekali.
Bahkan, di beberapa titik saluran irigasi dilaporkan kembali mengalami kerusakan atau jebol.
Kondisi tersebut membuat pengerjaan proyek irigasi yang dilaksanakan PT Cipta Karya Multi Tekhnik terkesan tidak maksimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan tidak selesainya pengerjaan irigasi Bendung Air Seluma sangat berdampak terhadap para petani.
Hal itu disebabkan musim tanam tahun 2026 yang akan segera dimulai.
"Wah, tidak bisa telat proyek rehab ini. Musim tanam akan segera dimulai, jelas ini sangat berdampak kepada petani ini," kata Arian Sosial.
Arian Sosial menambahkan pihaknya akan segera bersurat kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu terkait keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.
Ia menegaskan harus ada solusi agar keterlambatan proyek tidak mengganggu musim tanam petani.
"Nanti Senin lusa kami akan bersurat ke BWSS 7. Harus ada solusi atas keterlambatan pengerjaan ini, kami tidak mau musim tanam petani terganggu lantaran belum selesainya proyek ini," sambung Arian Sosial.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini