Jakarta (ANTARA) - Ratusan prajurit TNI AD dan relawan membersihkan SMA Al-Jamiatul Washliyah, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Dinas Penerangan Angkatan Darat, Sabtu, mengungkapkan, sekolah tersebut sebelumnya terdampak cukup parah akibat banjir, dengan kondisi halaman, ruang kelas, serta fasilitas pendukung lainnya dipenuhi lumpur, sampah, dan material yang terbawa arus.

"Situasi tersebut menghambat proses belajar mengajar serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga sekolah," tulis Dispenad TNI.

Pada kegiatan tersebut, para prajurit TNI AD bersama relawan bergotong-royong membersihkan lingkungan sekolah dengan menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul, sekop, selang air, dan alat kebersihan lainnya.

Pembersihan difokuskan pada halaman sekolah, selokan, ruang-ruang kelas, serta fasilitas umum agar dapat kembali digunakan secara aman dan layak.

Disebutkan bahwa kegiatan pembersihan dilaksanakan secara terkoordinasi dan bertahap, dengan mengedepankan keselamatan serta efektivitas kerja.

Kehadiran prajurit TNI AD di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keberlangsungan dunia pendidikan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

Pihak sekolah dan masyarakat sekitar pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan langsung prajurit TNI AD dan relawan dalam mempercepat pemulihan lingkungan sekolah, mengingat keterbatasan tenaga dan peralatan yang dimiliki pascabencana.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan proses pemulihan fasilitas pendidikan dapat segera tuntas sehingga aktivitas belajar mengajar di SMA Al-Jamiatul Washliyah dapat kembali berlangsung secara normal.

TNI AD terus berkomitmen hadir membantu masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk mendukung pemulihan pascabencana demi kepentingan rakyat.

Adapun Aceh Tamiang menjadi salah satu kabupaten yang terdampak berat akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Hingga awal Januari 2026, kondisi banjir di kabupaten tersebut masih dalam masa pemulihan intensif.