Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Tapin, hingga Sabtu (3/1/2026), sedikitnya 602 kepala keluarga atau sekitar 1.474 jiwa terdampak banjir di tiga kecamatan.
Banjir dipicu tingginya curah hujan yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Candi Laras Selatan. Di kecamatan ini, banjir merendam Desa Sungai Rutas, Pabaungan Hilir, dan Desa Baulin.
Total warga terdampak mencapai 152 KK atau 549 jiwa, dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter, dan sebagian rumah warga tergenang.
Selain rumah warga, satu fasilitas umum berupa SD Negeri Baulin juga ikut terdampak banjir.
Sementara itu, di Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, banjir telah menggenangi rumah warga selama lebih dari tiga minggu.
Sebanyak 6 KK dengan total 25 jiwa terdampak, dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 20 sentimeter.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, genangan air yang bertahan lama berdampak pada kesehatan warga.
Sejumlah warga dilaporkan mengalami infeksi jamur kulit atau penyakit kutu air, akibat lingkungan yang lembap dan basah.
Petugas mencatat, salah satu faktor yang memperlambat surutnya banjir di wilayah ini adalah hambatan aliran sungai akibat tanaman liar, sehingga air tertahan lebih lama.
Banjir juga melanda Kelurahan Raya Belanti (Cempaka), Kecamatan Binuang. Di wilayah ini, banjir merendam tiga RT, yakni RT 12, RT 13, dan RT 14, dengan total 225 KK atau sekitar 900 jiwa terdampak.
Ketinggian air mencapai 10 hingga 50 sentimeter, dan sebagian besar rumah warga kemasukan air.
Selain permukiman, satu fasilitas umum berupa SDN Binuang 10 turut terdampak.
Meski demikian, berdasarkan pantauan petugas, kondisi air di wilayah ini mulai berangsur surut.
BPBD Kabupaten Tapin bersama TNI dan Polri telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, pendataan warga terdampak, serta memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
"Sebagai langkah antisipasi, kantor desa dan fasilitas umum yang tidak terdampak banjir telah disiapkan sebagai titik kumpul evakuasi apabila kondisi memburuk," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor.
BPBD juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan membersihkan saluran air dan tanaman liar di sekitar sungai, guna memperlancar aliran air dan mempercepat proses surutnya banjir.
“Selama intensitas hujan masih tinggi, warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air,” imbau Muhammad Nor.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin, H Syafrudin, memastikan pihaknya akan mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan pangan warga terdampak banjir.
Dapur umum dijadwalkan mulai beroperasi pada Minggu (4/1/2026) pukul 09.00 Wita.
Makanan siap saji akan didistribusikan kepada warga terdampak di Kecamatan Candi Laras Selatan (CLS), Candi Laras Utara (CLU), Kecamatan Bakarangan, serta Kecamatan Binuang.
“Insya Allah besok Minggu mulai jam sembilan, Dinas Sosial membuka dapur umum. Nasi akan didistribusikan ke warga yang terdampak air meluap,” ujar H Syafrudin, Sabtu (3/1/2026) malam.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak banjir mencapai 383 kepala keluarga atau 1.474 jiwa.
Bantuan difokuskan pada wilayah yang rumah warganya berada di pinggiran sungai, terutama di CLS, CLU, dan Bakarangan.
Sementara itu, untuk wilayah Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, kondisi dilaporkan relatif membaik.
Meski masih terdapat genangan, sebagian besar warga sudah dapat kembali beraktivitas di dalam rumah.
"BPBD Tapin menjelaskan, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut sebagian besar disebabkan oleh banjir rob dan luapan air sungai, dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama," pungkas Syafrudin.