Gerakan Pangan Murah Polres Pangandaran di Parigi Diserbu Warga
ferri amiril March 11, 2026 08:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang lebaran 2026, Polres Pangandaran melalui Tim Satgas Pangan Satreskrim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 mulai pukul 14.00 WIB di halaman Kantor Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Gebrakan gerakan pangan murah ini dipimpin langsung Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran.

Ratusan warga pun berbondong-bondong mendatangi halaman kantor Kecamatan Parigi untuk belanja berbagai macam sembako murah yang tersedia.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Idas Wardias, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Baca juga: Ketua DPRD Pangandaran Tinjau Lokasi Pembangunan Pemukiman Relokasi Warga Pasar Wisata

"Ini juga demi menjaga stabilitas harga selama bulan ramadan dan menjelang lebaran nanti," ujar Idas melalui WhatsApp, Rabu sore.

Dalam kegiatan gerakan pangan murah, berbagai komoditas bahan pokok dijual dengan harga terjangkau. 

"Beras SPHP dijual dengan harga Rp 11.000 per kilogram dengan stok 1.000 kilogram dan alhamdulilah seluruhnya habis terjual," katanya. 

Kemudian gula pasir dijual Rp 16.500 per kilogram dengan stok 200 kilogram dan juga habis terjual. Selain itu minyak goreng dijual Rp 13.700 per liter dengan stok 400 liter yang habis dibeli masyarakat. 

Bawang merah dijual Rp 35.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram, cabai merah Rp 35.000 per kilogram dengan stok 30 kilogram, serta cabai rawit Rp 85.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram yang seluruhnya habis terjual.

Komoditas lain yaitu telur ayam Rp 26.000 per kilogram dengan stok 650 kilogram yang habis terjual, daging ayam Rp 40.000 per kilogram dengan stok 20 kilogram dan terjual 15 kilogram.

Bawang putih Rp 30.000 per kilogram dengan stok 70 kilogram yang habis terjual, serta terigu Rp 8.000 per kilogram dengan stok 200 kilogram yang juga habis terjual.

"Melalui gerakan pangan murah ini, kami harap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," ucap Idas.

Selain itu, membantu menekan inflasi serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di wilayah Kabupaten Pangandaran.

"Ke depan, Polres Pangandaran bersama dinas terkait akan terus melakukan koordinasi untuk memantau kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran, melakukan monitoring secara berkala, serta melaksanakan operasi pasar guna menjaga harga tetap stabil," ujarnya.

Idas mengimbau kepada para distributor maupun pengecer agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.