Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara Terdampak Longsor, Kementerian PU Targetkan Normal 7 Januari
January 04, 2026 12:34 PM

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara kembali terdampak longsor akibat curah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (2/1/2026) sore. 

Longsor susulan terjadi di sejumlah titik dan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga. 

Alat berat dan personel tanggap darurat telah dimobilisasi ke lokasi terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan menjadi prioritas utama pascabencana.

Excavator sedang membersihkan material sisa longsor di ruas jalan Gayo Lues - Aceh Tenggara, kawasan Putri Betung, Gayo Lues, Rabu (31/12/2025).
Excavator sedang membersihkan material sisa longsor di ruas jalan Gayo Lues - Aceh Tenggara, kawasan Putri Betung, Gayo Lues, Rabu (31/12/2025). (for serambinews)

“Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui. Penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat kembali normal,” kata Menteri Dody.

Ia menambahkan, dengan upaya maksimal di lapangan, Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara ditargetkan kembali normal selambat-lambatnya pada 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.

Sejak Jumat, BPJN Aceh bersama mitra kerja telah mengerahkan alat berat ke lokasi longsor. 

Baca juga: BPJN Aceh Pulihkan Jalan Sp Uning–Owaq, Akses Aceh Tengah–Gayo Lues Kembali Terbuka

Saat ini, 8 unit excavator, 2 unit dozer, dan 4 unit loader dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan.

Penanganan difokuskan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan secara intensif.

Ia menjelaskan, segmen Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, sepanjang kurang lebih 200 meter yang terdampak longsor telah berhasil difungsionalkan kembali pada Sabtu (3/1/2026) pukul 14.00 WIB.

Excavator sedang membersihkan material sisa longsor di ruas jalan Gayo Lues - Aceh Tenggara, kawasan Putri Betung, Gayo Lues, Rabu (31/12/2025).
Excavator sedang membersihkan material sisa longsor di ruas jalan Gayo Lues - Aceh Tenggara, kawasan Putri Betung, Gayo Lues, Rabu (31/12/2025). (for serambinews)

“Sementara di segmen Tangsaran sepanjang sekitar 300 meter, masih terdapat runtuhan dan longsoran yang saat ini dalam proses penanganan,” ujar Heri.

Adapun pada segmen Begade sepanjang kurang lebih 60 meter, jalan yang sebelumnya tertutup total akibat longsoran batuan besar kini sudah fungsional. 

Saat ini, petugas masih melakukan penanganan batuan dengan menggunakan alat breaker, dengan tambahan dua unit breaker yang sedang didatangkan dari Medan.

Secara keseluruhan, Kementerian PU terus mengintensifkan penanganan infrastruktur konektivitas pascabencana di seluruh wilayah Aceh. 

Baca juga: BPJN Aceh Tambal Lubang di Jalan Lintas Tapaktuan–Samadua

Sebanyak 811 personel gabungan yang terdiri dari petugas Kementerian PU, BUMN Karya, pemerintah daerah, serta TNI dikerahkan secara bergantian di lapangan.

Selain itu, 145 unit alat berat juga diturunkan di berbagai titik terdampak bencana di Aceh, meliputi 67 unit excavator, 48 unit dump truck, 12 unit wheel loader, 6 unit crane, serta 12 unit peralatan pendukung lainnya.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian PU dalam menjaga aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.