Jadwal Awal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah dan Link Download PDF Kalender Masehi
January 07, 2026 05:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Penentuan awal Ramadhan 2026 kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. 

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar menjelang masuknya bulan suci.

Ramadhan sendiri merupakan bulan paling istimewa dalam kalender Islam.

Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.

Oleh karena itu, kepastian awal Ramadhan menjadi hal penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual.

Baca juga: Puasa Rajab 2025 Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap dan Niatnya

Penetapan Awal Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

 Keputusan ini didasarkan pada metode hisab hakiki, yakni perhitungan astronomis yang menghitung posisi matahari dan bulan secara presisi menggunakan ilmu falak modern.

Dalam penetapan tersebut, Muhammadiyah merujuk pada hasil perhitungan Majelis Tarjih dan Tajdid, lembaga yang bertugas merumuskan keputusan keagamaan berbasis kajian ilmiah dan dalil syar’i. 

Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtima’ (konjungsi bulan dan matahari) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.

Ijtima’ sendiri adalah peristiwa ketika bulan dan matahari berada pada satu garis bujur yang sama, yang menandai berakhirnya bulan lama dan menjadi dasar penentuan awal bulan baru dalam kalender Hijriah.

Meski pada saat matahari terbenam di hari ijtima’ belum memenuhi kriteria visibilitas hilal di sebagian besar wilayah dunia, Muhammadiyah menggunakan parameter lanjutan yang disebut Parameter Kalender Global (PKG).

Dalam PKG 2, setelah melewati pukul 24.00 UTC, wilayah Amerika telah memenuhi syarat ketinggian bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Elongasi adalah jarak sudut antara bulan dan matahari yang menjadi indikator kemungkinan terlihatnya hilal.

Dengan terpenuhinya syarat tersebut, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan secara global pada 18 Februari 2026.

Versi Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah Indonesia menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap bulan sabit pertama setelah matahari terbenam.

Metode ini digunakan oleh Kementerian Agama bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah organisasi Islam lainnya.

Untuk menetapkan awal Ramadhan, pemerintah akan menggelar sidang isbat, yaitu forum resmi yang melibatkan Kementerian Agama, perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, serta lembaga terkait.

Sidang isbat biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 Sya’ban, yang pada tahun 1447 Hijriah bertepatan dengan 17 Februari 2026.

Dalam sidang tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia, serta data hisab sebagai bahan pendukung. Jika hilal berhasil terlihat sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah, maka awal Ramadhan akan ditetapkan keesokan harinya.

Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dengan demikian, terdapat kemungkinan awal Ramadhan versi pemerintah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, apabila hasil sidang isbat berbeda dengan penetapan Muhammadiyah.

Mengapa Penentuan Awal Ramadhan Bisa Berbeda?

Perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia bukanlah hal baru dan telah berlangsung selama puluhan tahun. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan, yakni hisab dan rukyat.

Hisab adalah metode perhitungan astronomis yang menghitung posisi benda langit secara matematis dan ilmiah.

Metode ini memungkinkan penetapan kalender jauh hari sebelumnya dengan tingkat akurasi tinggi.

Sementara itu, rukyat menekankan pengamatan langsung sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan syariat.

Kedua metode ini memiliki dasar masing-masing dalam tradisi Islam dan diakui secara keilmuan maupun keagamaan.

Perbedaan ini tidak perlu dipandang sebagai perpecahan, melainkan sebagai bentuk khazanah pemikiran Islam yang hidup dan dinamis.

Pentingnya Mengetahui Awal Ramadhan Sejak Dini

Mengetahui jadwal awal Ramadhan sejak dini memiliki manfaat besar bagi umat Islam. Persiapan puasa tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan spiritual.

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang menuntut kesungguhan, keikhlasan, dan konsistensi selama satu bulan penuh.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa. Ketakwaan inilah yang menjadi tujuan utama Ramadhan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Para ulama klasik juga menjelaskan pentingnya persiapan menyambut Ramadhan. Dalam kitab Latha’iful Ma’arif, dijelaskan bahwa bulan Rajab adalah masa menanam, Sya’ban adalah masa menyiram, dan Ramadhan adalah masa memanen hasil. Artinya, persiapan spiritual sebaiknya dimulai jauh sebelum Ramadhan tiba.

Link Download Kalender Masehi 2026

KLIK LINK DI SINI

Hari Libur Nasional 2026

Pemerintah menetapkan 17 hari libur nasional sepanjang 2026, yang terdiri dari peringatan hari besar keagamaan dan nasional sebagai berikut:

1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi

16 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

17 Februari 2026: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)

21 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

3 April 2026: Wafat Yesus Kristus

5 April 2026: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)

1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional

14 Mei 2026: Kenaikan Yesus Kristus

27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE

1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila

16 Juni 2026: 1 Muharam 1448 Hijriah

17 Agustus 2026: Hari Proklamasi Kemerdekaan RI

25 Agustus 2026: Maulid Nabi Muhammad SAW

25 Desember 2026: Hari Kelahiran Yesus Kristus

Cuti Bersama 2026

Selain libur nasional, pemerintah juga menetapkan delapan hari cuti bersama untuk mendukung waktu istirahat masyarakat.

16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)

20 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

23 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

24 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

 Daftar Long Weekend 2026

Kombinasi libur nasional dan cuti bersama membentuk sembilan long weekend sepanjang 2026.

16–18 Januari 2026: Long weekend Isra Mikraj

14–17 Februari 2026: Long weekend Tahun Baru Imlek

18–24 Maret 2026: Long weekend Nyepi dan Idul Fitri (7 hari)

3–5 April 2026: Long weekend Wafat Yesus Kristus dan Paskah

1–3 Mei 2026: Long weekend Hari Buruh

14–17 Mei 2026: Long weekend Kenaikan Yesus Kristus

30 Mei–1 Juni 2026: Long weekend Waisak dan Hari Lahir Pancasila

15–17 Agustus 2026: Long weekend Hari Kemerdekaan RI

24–27 Desember 2026: Long weekend Natal

 Bulan Tanpa Libur Nasional di Kalender 2026

Tidak semua bulan di 2026 memiliki libur nasional atau cuti bersama. Terdapat empat bulan yang sepenuhnya diisi hari kerja di luar akhir pekan.

Juli 2026

September 2026

Oktober 2026

November 2026

Keempat bulan tersebut menjadi periode dengan ritme kerja paling padat dalam kalender 2026.

Sumber: https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2026/01/04/154500588/awal-ramadhan-2026-versi-muhammadiyah-dan-pemerintah-kapan-puasa?page=all.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.