Banjir Surabaya hingga Lebih dari Setengah Meter, 25 Titik di Segala Penjuru Kota Terendam
January 05, 2026 10:45 AM

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA — Hujan deras di sejumlah kawasan Surabaya, Minggu sore hingga malam (4/1/2025) membuat banyak lokasi banjir.

Genangan dengan ketinggian bervariasi mulai 10 cm hingga lebih 60 cm terjadi di banyak titik yang tersebar mulai dari Surabaya Barat, Surabaya Selatan hingga Surabaya Timur. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Bangun Saluran drainase 56 Km pada 2025, Eri Cahyadi Klaim Banjir Berkurang 38 Titik

Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (DPKP), terdapat 25 lokasi yang mengalami genangan. 

Titik genangan tersebut di antaranya meliputi Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari dan Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila.

Pantauan lanjutan juga dilakukan di berbagai ruas jalan dan fasilitas umum.

Di antaranya, Jalan Margorejo dengan genangan sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, kawasan Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan percepatan penanganan banjir dilakukan dengan mengerahkan kekuatan maksimal armada dan personel.

Sebanyak 97 unit kendaraan yang dimiliki DPKP Surabaya dikerahkan.

Sebanyak 30 unit di antaranya memiliki kemampuan khusus untuk melakukan penyedotan genangan air.

"Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami bergerak melakukan pantauan dan penyedotan genangan di sejumlah wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” ujar Laksita Rini, Senin (5/1/2026).

Armada dikerahkan untuk menyedot genangan di berbagai titik dengan dibantu armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan BPBD.

"Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, termasuk Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan peralatan darurat BPBD Surabaya,” terangnya.

Laksita Rini mengungkapkan bahwa di tengah fokus penanganan banjir, petugas Damkar juga harus menangani enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi.

Kondisi tersebut sempat menjadi tantangan, namun seluruh kejadian dapat ditangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Meski beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, seluruh laporan tetap bisa tertangani. Pos-pos terdekat langsung bergerak sehingga tidak ada kejadian yang terabaikan,” tegasnya.

Untuk mendukung operasional, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. 

Para petugas bekerja tanpa henti sejak sore hingga malam, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain setelah genangan dinyatakan surut.

Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112.

"Mobil pemadam yang telah menuntaskan genangan di satu wilayah akan segera bergerak menuju lokasi lain yang masih belum surut,” jelasnya


Pasca penanganan, genangan berlangsur surut dan kondisi kota kembali kondusif.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta segera melapor jika menemukan genangan, atau kondisi darurat lainnya,” ujarnya.

 

 

DLH Turut Berjibaku

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan pihaknya turut menerjunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir. 

Sebanyak 23 tangki ditempatkan di berbagai wilayah untuk menjangkau titik genangan dengan cepat.

“Kami menurunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir, total 23 tangki yang ditempatkan di berbagai wilayah agar titik genangan dapat dijangkau dengan cepat,” kata Dedik.

Tak hanya banjir, sepanjang Minggu sore hingga malam petugas juga menangani delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan.

Di antaranya, ada di depan Rusun Penjaringan Sari 4, di Jalan Diponegoro, di Jalan Tanjung Sadari, serta di Jalan Demak Utara.

“DLH juga menangani kejadian di Jalan Raya Kutisari Indah, Medokan Asri akibat tumbangnya pohon sono berdiameter sekitar 35 sentimeter, Jalan Pengenal akibat sempalan pohon asem londo, serta di Jalan Darmokali akibat tumbangnya pohon flamboyan berdiameter sekitar 50 sentimeter,” katanya. 

 

Daftar Titik Lokasi Banjir di Kota Surabaya pada Minggu (4/1/2025) :  

  1. Jalan Raya Dukuh Kupang Baru,
  2. Rungkut Mejoyo Selatan,
  3. Simo Kalangan,
  4. Ketintang Telkom,
  5. Dukuh Kupang Timur,
  6. Tengger Kandangan,
  7. Jalan Gadung,
  8. Kawasan Pandugo Baru depan RS EC, 
  9. Ngagel Rejo,
  10. Simo Hilir dekat bozem,
  11. Simo Gunung, 
  12. Simo Hilir 
  13. Simorejosari,
  14. Tanjungsari
  15. Teluk Betung,
  16. Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14,
  17. Wisma Sejahtera Jambangan, 
  18. Area RS Ewa Pangalila.
  19.  Jalan Margorejo
  20. RSIA Kendangsari
  21. RS Ubaya,
  22. Jalan Purimas,
  23. kawasan Putat Jaya,
  24. Kupang Baru,
  25. Gayungsari Barat





© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.