TRIBUNSUMSEL.COM - Musisi Fiersa memutuskan mencabut laporan polisi setelah sang istri, Aqia Nurfadla ditabrak sopir di Stasiun Gambir, di Jakarta Pusat pada Sabtu (3/1/2026) pagi.
Akibat kejadian tersebut, kaki Aqia mengalami cedera hingga sulit berjalan dan harus menggunakan penyangga.
Meski begitu, Fiersa Besari memilih untuk mencabut laporannya di polisi.
Lewat Instagram miliknya @fiersabesari yang dikutip Tribun Sumsel, Senin (5/1/2026), suami Aqia menjelaskan alasan mencabut laporan polisi terhadap si penabrak.
Salah satu alasannya karena sang istri tak ingin memperpanjang urusan tersebut, serta adanya pertimbangan logis dari manajernya, Ubay.
"Banyak juga yang bertanya, kenapa pelaporannya dicabut (tidak diperpanjang), dan kenapa saya dan Ubay, manajer, terlihat sangat sabar di video (untuk tahu kronologis, bisa dicek di highlight ‘ditabrak’ kalau sudah terhapus dari Story),” tulis Fiersa, dikutip Kompas.com, Senin (5/1/2026).
"Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan. Tapi Aqia tidak mau. Ubay juga memberi pertimbangan logis. Kita bisa lihat secara sepintas, bapak ini bukan orang berada. Mohon maaf, tapi kita sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada tidak seperti itu,” tambah Fiersa.
Baca juga: Kondisi Aqia Istri Fiersa Besari Usai Ditabrak Lansia di Stasiun Gambir, Jalani Pemulihan Intensif
Lebih lanjut, Fiersa juga melihat tindakan penabrak yang saat kejadian langsung menawarkan ganti rugi biaya rumah sakit sebesar Rp200.000 dan mengaku bahwa mobil yang dikendarainya merupakan pinjaman.
“Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan Rp200.000 (dan katanya memang cuma punya uang segitu). Mobil juga katanya pinjam, dan bisa terlihat kondisi mobilnya tidak terawat,” tulis Fiersa lagi.
Fiersa menyebut, memperpanjang laporan tersebut tentu akan memakan waktu dan tenaga.
“Apa ujung dari memperpanjang urusan pelaporan? Penyitaan kendaraan, dan kami harus bolak-balik berurusan dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan bukti dan kesaksian,” ucap Fiersa.
“Sudah begitu, hasil akhirnya apa? Bukan memberi efek jera, melainkan memberi efek dendam. Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi. Oh ya, sebagai catatan, solusi yang kami ambil belum tentu ideal untukmu, tapi ini paling ideal untuk kami saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, penabrak istri Fiersa tersebut juga telah mendapat sanksi tilang.
"Bapak penabrak sudah dapat sanksi tilang dan harus sidang akhir Januari ini. Bagi Aqia ini cukup, ya sudah, saya ikut saja, meskipun tentu saya bilang sebelumnya pencabutan laporan bukan berati memaafkan karena itu perihal keikhlasan bukan paksaan," terangnya.
Sebelumnya, Fiersa juga membeberkan kondisi kaki istrinya usai menjalani rontgen yang menunjukkan tidak ada retakan dan memerlukan waktu istirahat.
Sebelumnya, diungkap Fiersa lewat Instagram miliknya @fiersabesari yang dikutip Tribun Sumsel, Minggu (4/1/2026).
Fiersa menyebut kondisi sang istri tidak mengalami patah tulang, namun beberapa hari ke depan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot.
"Hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak atau patah tulang. Jadi tidak perlu rawat inap atau operasi," tulis Fiersa, dikutip Kompas.com
"Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot," tulisnya lagi.
Kejadian itu bermula ketika keluarga kecilnya berniat menghabiskan waktu liburan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.
Setelah sampai di stasiun Gambir, dan turun dari taksi, Aqia bersama seorang manajer (Ubay) berjalan ke arah bagasi untuk menurunkan barang- barang, sementara Fiersa menggendong anaknya.
Tiba-tiba saja dari arah belakang ada mobil yang dikendarai seorang pria berusia sekitar 60-70 tahun menabrak Aqia dan manajer.
"Ubay bisa lepas ke samping, Aqua tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya," tulis Fiersa.
"Membuat Aqia semakin tergencet," imbuhnya.
Hal yang membuat Fiersa marah adalah ketika bapak itu dengan mudah mengatakan akan memberi uang Rp 200.000 dan menilai Aqia yang sudah kesakitan hanya keseleo.
"Lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang 'paling keseleo,' terus mau kasih Rp 200.000 untuk damai. Meledak lah saya," tulis Fiersa.
Fiersa juga menyertakan video di mana bapak tersebut menawarkan untuk memberikan uang Rp 200.000 pada Aqia.
"Sekarang saya minta maaf, ibu kan cuma keseleo," ujar bapak tersebut dalam video yang diunggah Fiersa.
"Ya udah, saya ganti Rp 200," lanjut bapak tersebut.
Fiersa menegaskan, langkahnya melaporkan bapak tersebut ke polisi bukan semata-mata karena uang.
"Bagi saya bukan soal uang, ini soal konsekuensi ketika berbuat kesalahan," tulis Fiersa.
"Di satu sisi, bapak ini sudah sepuh. Di sisi lain, justru karena dia sudah sepuh, jangan sampai ada korban lain akibat kelalaiannya," imbuh Fiersa.
Namun Fiersa tak ingin memperpanjang laporannya.
"Karena akan melibatkan penyitaan kendaraan dan proses kedepannya mungkin harus siap bolak balik. Akhirnya bapak penabrak dijatuhkan sanksi tilang dan penahanan STNK," tulisnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com