5 Warga Tewas dan Balita Hilang Dampak Banjir dan Longsor di Pulau Siau, Polres Nyaris Tertimbun
January 05, 2026 10:47 AM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo --  Sedikitnya lima warga meninggal dunia, tiga orang, termasuk seorang balita, dilaporkan hilang, sementara puluhan rumah rusak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dini hari. 

Bencana ini juga melumpuhkan akses jalan utama dan membuat sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor kepolisian, nyaris tertimbun pasir dan batu.

Bencana terjadi sekitar pukul 02.00–03.00 Wita setelah hujan deras berkepanjangan mengguyur wilayah Pulau Siau.

Material longsor berupa tanah, bebatuan besar, dan kayu menghantam kawasan permukiman di Kecamatan Siau Timur dan Siau Barat, menyebabkan kerusakan berat serta memutus konektivitas antarwilayah.

Baca juga: Cek PKH Januari 2026 Online, Ini Tanda Anda Terdaftar Sebagai Penerima

Data Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sitaro serta BPBD Sitaro mencatat, wilayah terdampak terparah berada di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, serta Kelurahan Paseng dan Kampung Laghaeng di Kecamatan Siau Barat.

Dampak bencana yang meluas membuat pemerintah daerah terpaksa menunda pelaksanaan apel perdana aparatur sipil negara (ASN).

Di Kelurahan Bahu, Lingkungan III, banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita menewaskan lima warga dan menyebabkan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Puluhan rumah warga terdampak terjangan material banjir, sementara pencarian masih berlangsung terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, termasuk seorang balita.

Kondisi krusial juga terjadi di Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat. Jalan utama menuju Polres Sitaro mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilalui kendaraan karena tertutup pasir dan batu.

Jalur ini merupakan akses vital menuju Kecamatan Siau Barat Selatan, sehingga lumpuhnya jalan berdampak langsung pada aktivitas pemerintahan dan mobilitas warga.

Sementara itu, di Kampung Laghaeng, Lingkungan I, Kecamatan Siau Barat Selatan, banjir bandang menyebabkan dua rumah warga hilang terseret arus, tiga rumah rusak berat, serta satu bangunan pastori mengalami kerusakan parah.

Dua korban meninggal dunia di lokasi ini diketahui bernama Rafles Kobis dan Hermina Maningide. Seorang balita, Azriel C. Tatambihe, hingga kini masih dalam pencarian.

Beberapa korban luka telah dievakuasi dan dirawat di RS Sawang, di antaranya Deiske Madundang, Dendriana Serang, dan Rafael Kobis.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Siau Sulut, Akses Jalan Terputus dan Korban Masih Dicari

Akses jalan menuju Kampung Bumbiha, Kecamatan Siau Barat, juga terputus total akibat timbunan bebatuan besar dan kayu.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa di lokasi ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, dan BPBD Sitaro masih melakukan pendataan lanjutan.

Danramil 1301-02/Siau, Kapten Inf Steven Tedy Joseph, mengatakan aparat TNI bersama kepolisian dan masyarakat terus melakukan pencarian korban hilang serta pembersihan material banjir.

“Kami fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan dan membantu membuka akses yang tertutup material banjir.

Kami juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Kalangit turut mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap tenang menghadapi situasi darurat.

“Pemda bersama masyarakat bergotong royong membantu penanganan bencana. Kami turut berduka cita dan berempati sedalam-dalamnya kepada para korban. Pendataan masih terus dilakukan dan akan kami perbarui setelah data lengkap,” kata Chyntia.

Pulau Siau sendiri berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai wilayah rawan bencana karena memiliki Gunung Karangetang yang masih aktif.

Hingga Senin siang, penanganan darurat dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.