Laporan Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PAMULANG - Banyak masyarakat mengira persoalan air bersih hanya soal ada atau tidaknya air yang mengalir di rumah. Padahal, urusan air minum jauh lebih kompleks, mulai dari ketersediaan sumber baku, kapasitas produksi, jaringan perpipaan, hingga keberlanjutan lingkungan.
Di Kota Tangerang Selatan, upaya pemenuhan layanan air bersih tidak hanya bicara soal menambah pelanggan, tetapi memastikan seluruh wilayah baik kawasan pengembang maupun non pengembang mendapat akses air perpipaan yang aman dan sehat.
Melalui Perseroda PITS (Pembangunan Investasi Tangerang Selatan), Pemkot Tangsel menargetkan cakupan layanan air bersih mencapai 100 persen pada 2028.
Baca juga: Tirta Asasta Depok Targetkan Capai 120 Ribu Pelanggan di Tahun 2026
Target ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM).
Dalam perbincangan bersama Warta Kota Network (Tribun Group-Red), Direktur Utama Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan, Tubagus Hendra Suherman, menjelaskan pencapaian tersebut ditopang pengembangan infrastruktur strategis, di antaranya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Anke dan Cisadane.
Kedua proyek tersebut ditargetkan mampu menambah kapasitas produksi hingga hampir 1.000 liter per detik dan melayani lebih dari 115 ribu sambungan rumah, khususnya di wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan air perpipaan.
Berikut wawancara eksklusif Manajer Peliputan Warta Kota Network, Eko Priyono, bersama Direktur Utama Perseroda PITS mengulas langkah, tantangan, dan target pemenuhan layanan air bersih menuju 100 persen di Tangsel.
Bagaimana kondisi layanan air bersih di Tangerang Selatan saat ini?
Kota Tangerang Selatan sejak awal sudah dibangun oleh pengembang-pengembang besar seperti BSD, Bintaro, dan Alam Sutera. Mereka sudah memiliki sistem pengolahan air sendiri. Perseroda PITS masuk untuk melayani wilayah di luar kawasan pengembang tersebut.
Apa peran Perseroda PITS di tengah kondisi tersebut?
Peran kami adalah menyisir wilayah-wilayah yang belum terlayani air perpipaan, terutama kawasan non-pengembang, agar masyarakat di seluruh Tangsel bisa mendapatkan akses air bersih.
Berapa jumlah pelanggan Perseroda PITS saat ini?
Saat ini jumlah pelanggan aktif Perseroda PITS sekitar 13 ribu sambungan rumah. Jumlah ini masih kecil karena sebagian besar kawasan pengembang besar sudah memiliki layanan air sendiri.
Apa tantangan utama dalam menambah jumlah pelanggan?
Salah satu tantangan utamanya adalah masih banyak masyarakat yang menggunakan air tanah karena kualitasnya masih dianggap baik, sehingga enggan beralih ke air perpipaan.
Bagaimana strategi Perseroda PITS untuk mengatasi tantangan tersebut?
Kami menyiapkan pengembangan infrastruktur dan layanan, termasuk melalui pengembangan B2B, agar pasokan air bersih tersedia secara berkelanjutan dan masyarakat mau beralih ke air perpipaan.
Apa rencana pembangunan IPA Anke dalam pengembangan ini?
Tahun 2026 kami akan mulai membangun IPA Anke 2 dengan kapasitas sekitar 240 liter per detik untuk mendukung peningkatan layanan air bersih.
Selain Anke, apa rencana dari Sungai Cisadane?
Kami juga merencanakan pembangunan IPA Cisadane dengan kapasitas sekitar 750 liter per detik untuk memperkuat pasokan air perpipaan di Tangerang Selatan.
Jika digabungkan, berapa total kapasitas air dan target sambungan rumah?
Total kapasitas dari IPA Anke dan Cisadane sekitar 990 liter per detik, yang dapat melayani lebih dari 115 ribu sambungan rumah.
Bagaimana pengembangan ini dikaitkan dengan RPJMD Tangsel?
Jika seluruh rencana pengembangan berjalan sesuai jadwal, maka pada 2028 cakupan layanan air bersih Tangerang Selatan sesuai RPJMD dan RISPAM dapat mencapai 100 persen.
Apa target akhir yang ingin dicapai Perseroda PITS?
Target kami adalah memastikan seluruh masyarakat Kota Tangerang Selatan mendapatkan akses air bersih perpipaan yang aman, berkelanjutan, dan merata, sehingga capaian layanan air bersih bisa mencapai 100 persen pada 2028. ,(m30)