TRIBUNTRENDS.COM - Pertunjukan stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang digelar di Jakarta ternyata menarik perhatian tersendiri.
Setidaknya, itulah keyakinan Pandji yang merasa bahwa penampilannya diawasi oleh aparat intelijen.
Dugaan tersebut mencuat setelah Pandji menggelar puncak tur stand up comedy Mens Rea di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/8/2025) lalu.
Pertunjukan komedi tunggal dengan muatan kritik politik itu kemudian semakin menyita perhatian publik setelah ditayangkan secara global melalui platform streaming Netflix pada Sabtu (27/12/2025).
Baca juga: Dear Pandji, Mahfud MD Membelamu! Sang Komika Tak Bisa Dihukum Buntut Roasting Gibran, Ada Alasannya
Seiring dengan penayangan internasional tersebut, cerita di balik panggung Mens Rea pun ikut terungkap, termasuk kecurigaan Pandji terhadap keberadaan intel di antara ribuan penonton.
Dalam beberapa segmen pertunjukannya, Pandji memang sempat melontarkan guyonan yang menyinggung soal intel di bangku penonton.
Namun, belakangan terungkap bahwa candaan tersebut bukan tanpa dasar.
Pandji mengaku benar-benar mencurigai adanya pihak yang memantau jalannya pertunjukan secara serius.
Pengakuan itu disampaikan Pandji saat menjadi bintang tamu di podcast kanal YouTube Hah Creative yang dipandu Virza Logika dan co-host Delladevina.
Episode tersebut tayang perdana pada Kamis (2/10/2025) dan hingga Selasa (6/1/2026) telah ditonton lebih dari 35 ribu kali.
Pandji bercerita bahwa sejak awal, pertunjukan Mens Rea yang dihadiri sekitar 10.000 penonton memang menerapkan pengamanan yang sangat ketat.
Seluruh penonton dilarang merekam video maupun audio selama pertunjukan berlangsung.
Bahkan, ponsel para penonton diawasi secara khusus oleh tim keamanan demi mencegah kebocoran materi komedi yang dibawakan.
"Waktu itu emang ada intel, karena kan kalau di show stand up gue itu ada keamanan yang mantau penonton, takutnya penonton naikin hp terus merekam.
Enggak boleh merekam video, enggak boleh ngerekam audio. Hp-nya disita," kata Pandji.
Kecurigaan tersebut semakin menguat ketika terjadi insiden yang dianggap janggal.
Seorang penonton pria yang duduk di kategori emerald diketahui merekam pertunjukan secara diam-diam.
Tim keamanan pun langsung menghampiri pria tersebut dan memintanya untuk menghapus rekaman yang ada di ponselnya.
Namun, saat diminta menghapus video, tim keamanan justru menemukan hal yang dianggap tidak biasa.
Galeri ponsel penonton tersebut berisi sejumlah foto aparat kepolisian, yang langsung memicu kecurigaan Pandji dan timnya.
"Terus ada satu bapak-bapak duduknya di Emerald, ketahuan merekam.
Disamperin sama usher gue disuruh hapus.
Kan kalau lu hapus videonya kan, masuknya kan foto-foto album.
Isinya foto-foto polisi di situ. Wah, intel beneran nih," ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat Pandji semakin yakin dengan dugaannya, hingga ia beberapa kali menyelipkan candaan soal intel selama tampil di atas panggung, yang disambut tawa penonton.
Tak hanya itu, Pandji juga mengungkap bahwa sebelum pertunjukan berlangsung, pihak kepolisian disebut sempat meminta undangan dalam jumlah besar untuk menyaksikan Mens Rea.
Menurut Pandji, permintaan tersebut cukup mencolok.
"Kalau enggak salah, gua sebut aja deh, yang pasti polisi minta undangan lebih dari 100 untuk nonton Mens Rea," ujarnya.
Keyakinan Pandji semakin kuat setelah ia mengamati langsung sejumlah penonton yang menurutnya tidak datang sebagai penikmat stand up comedy.
Ia menyebut ada beberapa sosok yang tampak asing dengan atmosfer pertunjukan dan tidak menunjukkan respons layaknya penggemar.
"Dan ketika lagi stand up gue ngelihat siapa-siapa aja yang menurut gue, ada orang di Diamond datang bapak-bapak datangnya terlambat.
Udah pasti enggak appreciate acara, bukan datang karena dia fans. Selama acara enggak ada ketawa-ketawa sama sekali. Polisi itu, yakin seyakin-yakinnya gue," pungkasnya.
(TribunTrends.com/TribunJakarta)