BREAKING NEWS- Wapres Gibran Kunjungi Korban Banjir Bandang Balangan Kalsel, Bakal Tinjau SDN Juuh
January 08, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Kamis (8/1/2026) ini, warga Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) bakal kedatangan tamu penting. 

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan datang untuk menemui korban banjir dan meninjau berbagai kerusakan.

Tepat di bantaran Sungai Pitap, tiga rumah warga rusak akibat terjangan banjir bandang pada 27 Desember 2025.

Dua di antaranya tak lagi bisa ditinggali. Dapurnya terbawa arus air, dinding dari papan jebol dan banyak barang yang tak terselamatkan.

“Di hari kejadian, air sudah setinggi leher ketika kami keluar rumah,” cerita Maskariah, penghuni rumah yang hancur tersebut, Rabu (7/1). Maskariah pun terpaksa mengungsi di rumah kakek, yang juga berada di Juuh.

Saat banjir bandang melanda, perempuan 24 tahun ini bersama suami masih berupaya menyelamatkan barang-barang. Sabtu pagi itu kondisi air masih selutut orang dewasa.

“Kami memindah barang-barang saat air mulai masuk rumah setinggi lutut. Saat itu airnya masih tenang. Kemudian ada warga yang berteriak menyuruh keluar. Pas mau keluar rumah, airnya sudah seleher orang dewasa,” kata ibu seorang balita ini saat ditemui di rumah sang kakek.

Baca juga: Banjir Meluas di Kalsel, Gubernur Muhidin Sebut Alasan Belum Turun Langsung ke Lokasi Terdampak

Baca juga: Ribuan Hektare Sawah di Kalsel Terdampak Banjir, Walhi Ungkap Data Kerusakan Hutan

Setelah air surut, ketika dicek, rumah hancur berantakan. Barang-barang terbawa arus. Maskariah hanya menemui kulkas, tempat tidur dan sepeda motor.

Rumahnya telah didata Dinas PUPRPerkim Balangan untuk perbaikan. Material pun mulai disuplai untuk penanganan bangunan.

Rumah tetangga Maskariah, yang hanya terpisah dinding, juga hancur. Padahal dia baru melahirkan secara sesar. Ketika kejadian banjir bandang, tetangganya tersebut harus digendong untuk dibawa ke tempat yang lebih tinggi.

Kerusakan tempat tinggal juga dialami oleh Sufrianor yang tinggal dengan dua anaknya. Rumah Sufrianor berseberangan dengan rumah Maskariah. Namun lelaki 47 tahun tersebut tidak mengungsi, karena rumahnya hanya mengalami kerusakan pada dapur. “Dapur saya ambruk, tapi sudah didata dan katanya ada bantuan perbaikan,” katanya.

Sufrianor yang mengalami kondisi stroke ringan, dibantu warga membersihkan rumah.

Banyak perlengkapan rumah tak terselamatkan. Ia menemukan kulkas dan televisi di bawah lantai rumah panggungnya. Peralatan tersebut kini tak lagi bisa digunakan.

Disampaikan oleh Pjs Kepala Desa Juuh, Misnadi, tiga rumah terdampak banjir bandang di bantaran sungai sudah didata dan akan mendapat penanganan perbaikan.

Ia juga menyampaikan, lebih dari sepekan pascabencana, kehidupan warga berangsur normal. Kebanyakan warga sudah selesai membersihkan rumah, dan ada pula yang sudah mulai bekerja.

Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada SDN Juuh. Peralatan sekolah hampir semua mengalami kerusakan, terutama perlengkapan elektronik, mulai dari komputer, chromebook hingga smartboard yang baru didapat dan akan digunakan pada 2026.

Mengenai perbaikan bangunan pascabanjir bandang, Kepala Dinas PUPRPerkim Balangan, Rahmadiah, melalui Kabid Perkim, Rudi Haryadie menyampaikan ada 578 unit.

“Senin sudah ada 17 rumah yang disuplai material di Desa Juuh. Kemudian ada tambahan beberapa rumah di Desa Sungsum. Selasa dan Rabu ini ada tukang yang sudah bekerja di Desa Sungsum, kemudian dilanjut pengerjaan di Desa Juuh” ujar Rudi.

Pendataan dilakukan hingga dua kali, mulai dari pendataan tingkat kerusakan, yakni rusak berat, sedang dan ringan, kemudian pendataan untuk material dan bahan bangunan.

Data kerusakan rumah tersebut dikantongi dari sejumlah desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.

Selain kesibukan warga, Juuh juga diwarnai kedatangan anggota TNI, Polri serta tim kepresidenan untuk mengecek lokasi, yang bakal didatangi Wapres. Sejumlah persiapan dilakukan, mulai dari penempatan toilet umum hingga arus lalu lintas nantinya di hari kedatangan.  Rencananya Wapres juga menyambangi SDN Juuh.

Kesibukan pun terlihat di sekolah ini. Sejumlah guru melakukan pembersihan, pascabanjir yang mencapai separuh tinggi bangunan sekolah.

Lelah, begitulah yang diungkapkan Kepala SDN Juuh, Raihana, karena sudah 10 hari berlalu, pembersihan sekolah belum rampung.

Pada hari kedua pascabencana, anggota TNI mulai melakukan pembersihan, mengeluarkan meja dan kursi serta peralatan belajar mengajar dari dalam ruangan. Hari berikutnya dilanjut bantuan relawan dari perusahaan dan BPBD serta personel kepolisian.

Kendati sudah gotong royong dan sangat terbantu dalam proses pembersihan, kondisi sekolah belum bersih total. Apalagi pascabanjir, lumpur di halaman setinggi lutut dan masuk ke ruang kelas.

Raihana yang ditemui di SDN Juuh, Rabu (7/1) masih melakukan pembersihan sejumlah peralatan sekolah dan kantor yang ada di ruangan. Ia dibantu para guru SDN Juuh.

Ia mengungkapkan kondisi sekolah pasca banjir masih belum bisa menggelar pembelajaran, karena perlengkapan belajar mengajar yang tidak bisa digunakan. Belum lagi para siswa yang terdampak banjir di rumahnya, seragam sekolah yang turut rusak.

Buku-buku dan berkas tak kalah terdampak. Ratusan buku diperpustakaan tidak bisa lagi digunakan, dan ditumpuk di depan pagar sekolah.

Kerusakan pada SDN Juuh tak lepas dari perhatian pemerintah. Sebagaimana disampaikan Raihana, pendataan sudah dilakukan dan murid akan mendapat bantuan berupa seragam, perlengkapan sekolah serta peralatan belajar mengajar. (ell)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.