Anak 8 Tahun di Karangasem Meninggal Suspect Rabies, Ada Riwayat Gigitan Sebulan Lalu
Tribun January 09, 2026 10:03 AM

Seorang anak berusia 8 tahun di Desa Labasari, Kecamatan Abang berinial NMRW (8) berpulang setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Karangasem, Rabu (7/1/2026).

Sebelum meninggal dunia, anak perempuan tersebut menunjukan gejala klinis suspect rabies, terlebih ia memiliki riwayat gigitan anjing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, dirinya mendapatkan laporan adanga riwayat gigitan anjing dalam kasus tersebut.

Ia menyebutkan, anjing yang menggigit korban merupakan anjing liar dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. 

"Waktu digigit, korban tidak langsung diajak berobat ke Puskesmas sehingga tidak mendaparkan vaksin anti rabies," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, Selasa (9/1/2025).

Berdasarkan informasi, sekitar satu bulan sebelum jatuh sakit, korban digigit anjing liar di bagian kaki. 

Namun luka bekas gigitan hanya dibersihkan secara sederhana menggunakan sabun, tanpa dilanjutkan dengan pemeriksaan medis atau pemberian vaksin anti rabies.

Awalnya, kondisi korban tampak normal. Bahkan pada Selasa pagi (6/1/2026), korban masih sempat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. 

Namun sepulang sekolah, kondisi tubuhnya mendadak menurun drastis.

Demam dan rasa lemas membuat keluarga membawa korban ke Puskesmas Abang.

Sayangnya, kondisi korban justru semakin memburuk.

Melihat perkembangan yang mengkhawatirkan, petugas medis merujuk korban ke RSUD Karangasem.

Korban pun menunjukan gejala suspect rabies, seperti takut angin dan takut air. Setiap diberikan air, lalu dimuntahkan.

Upaya penanganan intensif telah dilakukan di ICU, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia, Rabu (7/1/2026). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.