Saya mengimbau kepada seluruh kepala keluarga yang memiliki rumah milik pribadi terdampak banjir harap segera melapor dan memastikan sudah terdaftar oleh datok penghulu/keuchik setempat. Batas waktu melapor sampai 15 Januari 2026. M NASIR SYAMAUN
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Pos Komando (Posko) Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, M Nasir Syamaun SIP MPA meminta seluruh kepala keluarga di Aceh melaporkan kondisi kerusakan rumah kepada aparatur desa masing-masing.
"Saya mengimbau kepada seluruh kepala keluarga yang memiliki rumah milik pribadi terdampak banjir harap segera melapor dan memastikan sudah terdaftar oleh datok, penghulu/keuchik desa setempat. Batas waktu melapor sampai 15 Januari 2026," tegas Nasir, Kamis (8/1/2025).
Nasir menyebutkan, laporan yang disampaikan warga harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data tersebut nantinya akan diverifikasi oleh tim dari Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh. "Laporan harus kondisi yang sebenarnya karena ini akan diverifikasi oleh tim nantinya," ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin mengatakan, pendataan kerusakan rumah dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu rusak ringan, sedang, dan berat.
Murthalamuddin menjelaskan, rumah rusak ringan ditandai dengan kerusakan kecil tetapi struktur bangunan masih aman dan layak dihuni, seperti atap bocor atau genteng rusak sebagian, plafon runtuh sedikit, pintu dan jendela rusak, retak rambut pada dinding, serta kerusakan ringan pada instalasi listrik atau air.
Sementara itu, rumah rusak sedang memiliki ciri kerusakan pada sebagian struktur sehingga tingkat keamanannya berkurang. Contohnya, dinding retak besar atau roboh, kolom atau balok retak, hingga lantai yang ambles. "Untuk kategori ini, rumah tidak disarankan dihuni sementara karena membutuhkan perbaikan," katanya.
Adapun rumah rusak berat merupakan bangunan dengan kerusakan parah pada struktur utama atau bahkan roboh. Kondisi tersebut meliputi rumah roboh total atau hampir roboh, dinding runtuh sebagian besar, fondasi rusak, hingga balok patah. "Kondisi kategori rumah ini tidak layak huni, harus dibangun ulang," ujarnya.
Rumah Hilang Selain itu, kata Murthalamuddin, terdapat pula kategori rumah hilang, yakni rumah yang hilang seluruhnya akibat hanyut terseret arus banjir. "Kategori hilang ini harus dibangun ulang di lokasi lain," tuturnya.(ran)