TRIBUNTRENDS.COM - Nasib menyedihkan diterima Holis Muhlisin seorang pedagang telur keliling yang membuat viral kondisi jalan Desa Panggalih, Kampung Cicurug, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebagai pedagang telur keliling, Holis setiap hari melewati jalan kampung yang kondisinya rusak.
Dari kampung ke kampung, Holis harus berjibaku dengan ruas jalan yang belubang dan sulit dilalui.
Dalam penunturannya, Holis merasa dirinya kesulitan untuk membawa dagangan telurnya.
Karena kondisi jalan yang dilintasi Holis menurut dia sangat memprihatinkan.
Sehingga Holis harus menghadapi risiko kerusakaan baik pada dagangannya maupun kendaraanya.
Oleh sebab itu, melalui akun Facebooknya yakni Holis Muhlisin sering mengunggah keluhannya terhadap kondisi jalanan.
Dia berharap keluhan itu dapat menjadi perhatian pihak terkait termasuk pemerintah desa agar segera dilakukan perbaikan.
Baca juga: Ucapan Anak Maman Suherman Buat Pelaku Meradang, Sempat Melawan & Tendang Kemaluan, Dibalas Tusukan
Video Holis yang viral kemudian membuatanya mendapat intimidasi dari keluarga kepada desa (Kades).
Dalam video berdurasi 47 detik yang mulai tersebar luas sejak Sabtu (3/1/2026), tampak Holis dimarahi oleh dua orang pria dan satu wanita yang diduga merupakan istri dan kerabat Kades Panggalih.
Melansir dari TribunJabar, Holis mendapatkan intimidasi dari empat orang yaitu istri kepala desa, anak kepala desa, menantu kepala desa, serta keponakan kepala desa.
Bahkan Holis juga mengaku sempat mendapatkan kekerasan fisik berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.
Holis menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada 27 Oktober 2025 di halaman rumah Kepala Desa Panggalih di Kampung Cicurug, Desa Pamalayan.
Akan tetapi, baru diunggah Holis pada 31 Desember 2025 karena merasa laporan pihak lawan terhadap dirinya di kepolisian tidak kunjung menemui kejelasan.
Holis mengaku dijebak saat hendak menemui seorang teman untuk mengklarifikasi komentar akun palsu di unggahannya.
"Ternyata ketemunya malah di rumah kades, saya tidak curiga apa-apa, ternyata sudah banyak orang di sana," ujar Holis saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).
"Sempat ditampar sama istri pak lurah, ada juga dipukul di tangan dan punggung. Saya juga dicekik di leher," ungkapnya.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengambil langkah tegas dengan meminta Inspektorat Kabupaten Garut untuk segera melakukan audit terhadap Pemerintah Desa Panggalih.
Audit tersebut bertujuan untuk membedah transparansi penggunaan dana desa, terutama terkait keluhan warga mengenai minimnya pembangunan jalan.
"Mengaudit bukan untuk mencelakakan kepala desa, tetapi untuk memberikan informasi berimbang," tegas Putri melalui unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu malam.
Putri menambahkan, jika pembangunan desa memang berjalan sesuai anggaran, pihak desa tidak perlu takut.
Pemerintah daerah juga berencana membeberkan aliran dana desa kepada publik agar informasi tidak simpang siur.
Gegernya intimidasi yang diterima pedagang telur keliling ini sampai ke Dedi Mulyadi.
KDM mengingatkan pemerintah setingkat desa hingga rukun warga agar tidak pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang melakukan kritik pembangunan yang belum berkeadilan.
Ia mengingatkan agar jangan pernah melakukan intimidasi dan pengancaman dalam dunia yang sudah serba terbuka.
"Kita ini aparat, kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (3/1/2026) malam.
***
(TribunJabar.co.id/TribunTrends.com/MNL)