Ucapan Anak Maman Suherman Buat Pelaku Meradang, Sempat Melawan & Tendang Kemaluan, Dibalas Tusukan
January 05, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - HA (31) pembunuh MAHM, anak politisi PKS Maman Suherman meradang hingga nekat habisi nyawa korban.

Ucapan terakhir korban lah yang membuat HA gelap mata hingga menusuknya.

Tak hanya itu, MAHM juga sempat melawan HA yang kala itu menahannya.

HA sendiri memilih rumah yang menjadi target pencuriannya secara acak.

Namun ia memang menyasar rumah di kawasan elite yang salah satunya yakni kediaman Maman Suherman.

Saat hujan deras mengguyur, pelaku AH menekan bel rumah korban sebanyak empat kali.

Namun karena tak ada jawaban, ia memutuskan untuk memanjat masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Modus Pencet Bel, Cara Pembunuh Anak Maman Suherman Lakukan Pencurian, Ketahuan Korban, Lalu Tikam

"Setelah masuk menuju ke lorong, mencongkel jendela di kamar pembantu. Pelaku masuk ke TKP, menggunakan masker, helm full face, sepatu, sarung tangan," ujar AKBP Dian.

Di lantai satu, AH melihat sebuah brankas besar dan mencoba membukanya.

"Setelah otak-atik dan tidak berhasil, yang bersangkutan naik ke lantai 2," lanjutnya.

Di lantai atas, pelaku menemukan pintu kamar korban A dalam keadaan tertutup, lalu membukanya.

"Lihat korban sedang main HP di atas kasur. Korban menghampiri, pelaku memberi kode 'diam'. Sempat nanya, ayahmu di mana?," kata pelaku, menirukan kronologi peristiwa.

Korban menjawab bahwa ayahnya sedang keluar.

"Tahu kunci brankas disimpan di mana?" ujar AKBP Dian menirukan ucapan pelaku kepada korban.

Saat itu, korban mengaku tidak mengetahui lokasi kunci brankas.

"'Tidak tahu, mungkin kakak D tahu', sambil nunjuk kamar kakaknya di lantai 2," tambahnya.

Setelah itu, pelaku merangkul korban A dan membawanya ke kamar sang ayah.

Di sana, pelaku menuju lemari putih di dalam kamar.

"Dia bilang 'saya ikat ya'," kata AKBP Dian.

Korban sempat berontak hingga membuat pelaku murka.

MAHM bahkan sempat melawan dengan menendang pelaku demi bisa melepaskan diri.

"Korban 2 kali menendang kemaluan pelaku, menendang lutut, dan siku. Dari situ pelaku langsung menusuk korban," jelasnya.

Namun perlawanannya justru dibalas dengan tusukan membabi buta hingga akhirnya meregang nyawa.

"Korban sempat teriak A, makin ditusuk," tambahnya lagi.

Setelah menusuk korban, pelaku kembali turun ke lantai satu, menuju brankas.

"Sehingga di sana ada bekas darah. Karena tidak berhasil, pelaku kabur lewat jalan masuk, yaitu jendela pembantu, pencet pagar, ke motor, melarikan diri," ungkap AKBP Dian.

Baca juga: Pembunuh Anak Maman Suherman Ternyata Idap Kanker, Chat Istri Sebelum Mencuri: Keadaan Makin Amblas

PEMBUNUHAN ANAK POLITISI PKS - Detik-detik Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS Maman Suherman. Pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon Banten kini tengah menjadi sorotan setelah berhasil ditangkap polisi.
PEMBUNUHAN ANAK POLITISI PKS - Detik-detik Penangkapan Pembunuh Anak Politisi PKS Maman Suherman. Pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon Banten kini tengah menjadi sorotan setelah berhasil ditangkap polisi. (Tribunnews Bogor/Kolase)

Pelaku terlilit utang dan sakit kanker

Menurut AKBP Dian Setyawan, AH nekat melakukan aksinya karena dorongan ekonomi.

Ironisnya, AH diketahui sedang menderita kanker stadium dua.

"Dia sebelumnya sempat bermain saham kripto modal awal Rp 400 juta dari tabungan bersama dengan istri, dapat untung Rp 4M," ujar AKBP Dian.

Namun, keserakahan AH rupanya tak terbendung.

Meski sudah meraih keuntungan besar, ia merasa hasil itu masih belum cukup.

"Karena belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga kalah," tambahnya.

Keserakahan AH bahkan membawanya meminjam uang ke berbagai pihak untuk bermain kripto lagi.

"Pinjam uang di Bank Mandiri Rp 700 juta, koperasi kantor Rp 70 juta, pinjol Rp 50 juta. Tujuan untuk main kripto lagi, tapi kalah lagi," jelas Dian.

Tak hanya itu, AKBP Dian juga mengungkap bahwa AH memang menderita penyakit kanker.

"Dari 2020 yang bersangkutan menderita cancer nasofaring stadium 3, rutin tiap minggu kontrol kemoterapi di RS S daerah Semanggi," katanya.

Kondisi kesehatannya yang memburuk mendorong AH mengambil langkah drastis.

"Sempat chat ke istrinya, apabila keadaan semakin amblas, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal," ucap Dian.

Namun, sang istri hanya membalas dengan kalimat singkat, 'Astaghfirullah'.

"Ini chat pada 16 pagi pukul 09.00 sebelum kejadian di BBS yakni pada pukul 13.00," kata AKBP Dian Setyawan menambahkan.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.