Akhir Pilu 4 Jam Pencarian Rafli, Ditemukan di Kedalaman Sungai Konawe Selatan Usai Diterkam Buaya
January 06, 2026 12:50 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Isak tangis pecah di dalam rumah kayu sederhana Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (5/1/2026) petang.

Pencarian terhadap Rafli (14), pelajar yang dilaporkan hilang diterkam buaya saat pulang sekolah berakhir dengan kabar duka.

Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Petaka Sepulang Sekolah

Peristiwa tragis ini bermula Senin siang, sekitar pukul 13.05 Wita.

Baca juga: Kronologi Pelajar Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Awonio Konawe Selatan, Ditemukan Meninggal

Rafli bersama empat orang rekannya, yakni Aqila, Fikal, Amar, dan Fatona pergi ke bantaran Sungai Desa Awunio.

Niat mereka sederhana, mandi dan mencuci pakaian setelah lelah bersekolah.

Namun, keceriaan itu berubah menjadi mencekam dalam sekejap.

Aqila, salah satu saksi mata yang masih tampak trauma, menceritakan detik-detik mencekam tersebut kepada polisi.

Saat mereka berada di bibir sungai, seekor buaya muncul secara tiba-tiba dari permukaan air yang tenang.

Baca juga: Tangis Pecah, Pelajar yang Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara

"Dia datang buaya, kita lari. Terus dia makan Rafli, kepalanya (diterkam) habis itu dia bawa turun ke bawah, dia bawa lari," cerita Aqila dengan suara bergetar.

Melihat rekan mereka diseret ke dalam air, anak-anak tersebut segera berlari mencari pertolongan.

Warga sekitar dan pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri, tetapi predator tersebut menghilang di kedalaman sungai bersama korbannya.

Operasi SAR di Bawah Langit Mendung

Tim SAR baru menerima laporan resmi melalui Kepala Bidang (Kabid) BPBD Konawe Selatan pada pukul 15.10 Wita.

Baca juga: Suara Bergetar Aqila Ceritakan Detik Mencekam Pelajar Rafli Diterkam Buaya di Konawe Selatan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS segera merespons dengan memberangkatkan Tim SAR.

"Pukul 15.30 Wita, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju LKP (Last Known Position) yang berjarak sekitar 64 kilometer (km) dari kantor pusat," jelas Amiruddin.

Operasi ini melibatkan unsur gabungan yang masif, mulai dari Rescuer KPP Kendari, BPBD Konsel, Polair, Damkar, hingga masyarakat setempat.

Meski cuaca dilaporkan mendung dan angin bertiup perlahan dari arah utara, tim tetap menyisir aliran sungai menggunakan longboat dan rubber boat.

Penemuan dan Penutupan Operasi

Baca juga: Breaking News Pelajar di Kolono Konawe Selatan Hilang Usai Diterkam Buaya di Hadapan Teman-temannya

Upaya pencarian yang berlangsung kurang lebih empat jam tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada pukul 17.30 Wita, Tim SAR Gabungan bersama masyarakat berhasil menemukan jasad Rafli.

Tubuh remaja tersebut ditemukan sekitar 50 meter dari titik awal korban diterkam buaya. 

Tim SAR segera mengevakuasi jenazah menggunakan ambulans menuju rumah orang tuanya.

Kepala KPP Kendari mengonfirmasi bahwa dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup.

Baca juga: Sosok Nelayan di Waburense Buton Tengah Sultra Diterkam Buaya, Diselamatkan 2 Rekannya

"Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," uajrnya.

Suasana Haru di Rumah Duka

Suasana haru yang mendalam terlihat saat Tim SAR berseragam oranye dan anggota TNI membawa masuk jenazah yang telah ditutupi kain putih.

Anggota keluarga tak kuasa menahan kesedihan.

Beberapa wanita bersimpuh di samping jenazah.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Nelayan di Mawasangka Buton Tengah Bertaruh Nyawa Melawan Cengkeraman Buaya

Sementara warga yang memadati rumah duka turut larut dalam duka di bawah cuaca yang mulai gerimis.

Kini, jenazah Rafli telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk menjalani proses pemakaman.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga di bantaran sungai akan ancaman predator yang mengintai di balik ketenangan air. (*)

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.