Dikepung Banjir, Ini Cara Jitu Warga Kalumpang HSS Kalsel untuk Bisa Bertahan di Rumah
January 06, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dikepung banjir, rni cara warga Kalumpang HSS Kalsel untuk bisa bertahan di rumah tanpa mengungsi.

Warga kebanyakan telah bersiap dengan membuat apar-apar di dalam rumah mereka.

Warga sebagian membeli papan dan ada pula dipinjami oleh kepala desa.

Ada warga beli untuk pembuatan apar-apar permanen. 

Baca juga: Suara Ini Mendadak Muncul Saat Kebakaran  Rumah Sewaan Lima Pintu di Kotabaru Kalsel

Baca juga: Nasib Ibu Hamil yang Alami Tabrakan Beruntun di Tikungan Paketello Tanahbumbu, Alami Keajaiban Ini

Sebagian lagi dipinjamkan ke warga dari tempat usaha mebel pribadi untuk membantu warga,

Debit air di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meninggi.

Pasca air banjir kiriman dari hulu Kandangan ke hilir, Kecamatan Kalumpang telah memberikan dampak ke warga dan fasilitas umum.

Air menggenang rumah warga, jalan dan fasilitas umum lainnya, sehingga mengganggu aktivitas warga terdampak.

Bukan hal baru, kerap wilayah Kecamatan Kalumpang memang kerap mengalami kondisi banjir kiriman tersebut, dikarenakan geografis terendah.

Kepala Desa Balimau, Alamsyah yang dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id mengatakan ari mulai meredam rumah warga sejak tiga hari belakangan.

Banjari sudah masuk ke dalam rumah dan jalan dengan ketinggian bervariatif.

“Di tempat kami per hari ini, 154 buah rumah terdampak dari banjir ini,” katanya, Senin (5/1/2026).

Meski begitu, tidak ada warga di Desa Balimau yang mengungsi. Warga kebanyakan telah bersiap dengan membuat apar-apar di dalam rumah mereka.

Warga sebagian membeli papan dan ada pula dipinjami oleh kepala desa.

“Ada warga beli untuk pembuatan apar-apar permanen. Sebagian lagi dipinjamkan ke warga dari tempat usaha mebel pribadi untuk membantu warga,” ungkapnya.

Diingatnya, telah tiga tahun terakhir ini di Balimau terdampak banjir.

Bantuan-bantuan telah disalurkan pihak desa dan gerai layanan listrik Kandangan bagi warga terdampak.

Sementara, berdasarkan laporan Kecamatan Kalumpang, sebanyak tujuh desa terdampak banjir sampai saat ini.

Tujuh desa tersebut Kalumpang, Balanti, Karang Bulan, Bago Tanggul, Balimau, Karang Paci, dan Sirih.

“Ini data terbaru, 5 Januari 2026,” kata Camat Kalumpang, Wahyudi Noor.

Total rumah terdampak banjir kiriman di Kalumpang telah mencapai 632 buah, sedangkan Kepala Keluarga (KK) 690 orang. 

“Untuk total jiwa terdampak, hingga saat ini tercatat 1.8424 jiwa,”terang Camat.

Bantuan telah disalurkan pihak pemerintah daerah bagi korban-korban terdampak banjir.

Langkah Penyelamatan saat Banjir

Banjir adalah peristiwa ketika air menggenang di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.

Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, banjir juga dapat dipicu oleh tangan manusia, seperti resapan air yang berkurang karena alih fungsi lahan, penggundulan hutan, dan sebagainya.

Meski bersifat lokal, terkadang banjir dapat meluas dan melumpuhkan kehidupan masyarakat di wilayah yang terdampak.

Oleh sebab itu, penting untuk memahami dan melakukan langkah-langkah antisipasi, baik sebelum, saat, dan sesudah banjir.

Penyelamatan saat banjir

Dilansir dari Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berikut adalah 10 langkah penyelamatan saat banjir:

1. Jika banjir berpotensi terjadi di wilayah Anda, simaklah informasi dari berbagai media dan lembaga resmi untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

2. Jika banjir sudah menggenang, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

3. Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air.

4. Saat bersiap untuk evakuasi dan masih tersedia waktu, amankan rumah dengan menempatkan perabot di tempat yang aman dari banjir. Misalnya, menyimpan benda-benda berharga di tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.

5. Matikan semua jaringan listrik jika ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat elektronik yang masih terhubung dengan listrik dan jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik saat di atas atau di dalam air.

6. Saat melakukan evakuasi, jangan berjalan di arus air karena dapat mengakibatkan Anda jatuh.

7. Saat berjalan di air, gunakan tongkat atau semacamnya untuk mengecek kepadatan tempat berpijak.

8. Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir karena mobil dapat tersapu banjir dengan cepat.

9. Waspadai saluran air yang kemungkinan akan dilalui oleh arus yang deras.

10. Ketahui risiko bajir dan banjir badan di daerah tempat tinggal Anda sehingga upaya antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.