Daftar Nama Lengkap Seluruh Korban Meninggal, Luka dan Hilang Dalam Banjir Bandang Siau Sitaro Sulut
January 07, 2026 06:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga kecamatan di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diterjang banjir bandang, Senin (5/1/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, banjir bandang melanda sedikitnya delapan wilayah di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Wilayah yang terdampak banjir bandang Siau Sitaro adalah:

  1. Kelurahan Paniki
  2. Kelurahan Paseng
  3. Kampung Bumbiha
  4. Kampung Peling
  5. Kampung Laghaeng
  6. Kampung Batusenggo
  7. Kelurahan Ulu
  8. Lindongan III, Kelurahan Bahu

"Satu orang hilang kami temukan hari ini yakni Rokman Bangsa umur 53 tahun laki laki. Ditemukan di Kelurahan Bahu, dalam kondisi sudah meninggal dunia," terang  Olan, personel Basarnas yang melakukan proses pencarian korban.

Berikut total korban dari bencana banjir bandang di Siau Barat, Siau Timur dan Siau Barat Selatan:

Korban yang mengalami Luka - Luka baik di Kecamatan Siau Timur dan Kecamatan Siau Barat

1. Marlis Sanggili / Perempuan / 27 Tahun;

2. Fatmawati Kamurahang / Perempuan / 54 Tahun;

3. Yosiro Asarya Sanggili / Laki-Laki / 3 Tahun;

4. Ledy Sasela / Perempuan / 20 Tahun;

5. Novin Tonggengbio / Perempuan / 43 Tahun;

6. Yulita Damalang / Perempuan / 36 Tahun; 

7. Deiby Kamanangan / Perempuan / 40 Tahun;

8. Dorkas Mudea / Perempuan / 74 Tahun;

9. Flona Ambar / Perempuan / 65 Tahun;

10. Oktavianus Dumalang / Laki - Laki / 61 Tahun;

11. Claudio Bangsa / Laki - Laki / 24 Tahun;

12. Adolfince Pandaeng / Perempuan / 57 Tahun;

13. Ronal Kansil / Laki - Laki 53 Tahun;

14. Anggota Polres Sitaro, Atas nama Bripda Indo Januardy Kansil / Laki - Laki / 24 Tahun

15. Marilis Sanggili/ 27 Tahun 

16. Dea Pianaung / Perempuan / 11 Tahun

17. Eferhart Sangkilang / Laki - Laki / 56 Tahun;

18. Sumiarti Lukas / Perempuan / 58 Tahun.

Korban Meninggal Dunia

1. Priscila Saol,  74 tahun, Ibu rumah Tangga, Lindongan II Kampung Batusenggo  Kec. Siau Barat Selatan.

2. Alfian Anise alias Amole,  21 Tahun, Kampung Biau Lindongan II Kecamatan Siau Timur.

3. Aleksius Olongsongke, laki-laki, Kampung Peling Sawang.

4. Silvia Pamondorang, perempuan, Kampung Peling Sawang.

5. Hermina Maningide (76), perempuan. Kampung Laghaeng (Sanumpito) Kecamatan Siau Barat Selatan

6. Raples Kobis (74), Laki-laki, Kampung Laghaeng.

7. Juanita Erlina Bangsa ( 21), perempuan, Wilayah Siau Timur.

8. El Kamanangan (4), laki-laki, Wilayah Siau Timur

9. Joan Bangsa (20), perempuan, Wilayah Siau Timur

10. Florensi Bawonte (72). Perempuan. Wilayah Siau Timur

11. Sanli Diamanis (34), perempuan, wilayah Siau Timur

12. Kananta Kairi Kansil (2 Bulan). Wilayah Siau Timur

13. Fardelin Tamalonggehe, Wilayah Siau Timur

14. Swigle Dalending, Wilayah Siau Timur

15. Rakmon Bangsa (52) laki-laki

16. Jenita Maaruf (45), kelurahan Bahu

Korban Hilang

1. Claiton Asriel Tatambihe (2). Laki-laki. Kampung Laghaeng. 

2. Adris Pianaung, laki laki, Wilayah Siau Timur

3. Leonal Pianaung, anak laki-laki, Wilayah Siau.

Pasca Banjir di Siau, Bupati Sitaro Chyntia Kalangit: Korban yang Rumahnya Rusak akan Direlokasi

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro tengah dalam upaya melakukan pemulihan kondisi Siau pasca terjadinya bencana banjir bandang dan longsor.

Di antaranya membersihkan material sisa bencana di wilayah terdampak dan berkolaborasi dengan instansi terkait dalam upaya pencarian beberapa korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. 

Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit, mengatakan dirinya beserta Pemkab Sitaro sangat berterimakasih kepada Pemprov Sulut dan segala instansi beserta para pihak yang turut terlibat membantu pasca terjadinya bencana.

"Kami sangat mengharapkan pemerintah provinsi tetap berada bersama kami dalam proses pasca penanganan bencana ini," ujar dia saat ditemui di Desa Bahu Sondana, Siau Timur, Selasa (6/1/2026).

Dirinya berharap semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi seluruh korban yang terdampak. 

"Bantuan yang masuk dari provinsi sembako, susu, alat tidur kasur. Dan lain-lain," terang dia. 

Sementara untuk warga yang rumahnya hancur dan rusak karena terdampak bencana, dirinya menjanjikan akan melakukan relokasi ke tempat yang lebih baik.

"Akan kami relokasi, kami akan mencari tempat yang baik agar para korban mendapatkan rumah yang layak kembali," terang dia.

Chyntia Ingrid Kalangit, menyebut, untuk saat ini yang sangat dibutuhkan pengungsi adalah makanan, minuman hingga tempat tinggal.

"Yang paling dibutuhkan saat ini adalah makanan, minuman, tempat tinggal, dan peralatan tidur, peralatan mandi, bahkan pakaian-pakaian," terang dia.

Ia juga mengimbau warga masyarakat agar tetap waspada terutama di tengah cuaca seperti ini.

"Apalagi daerah kita ini daerah bencana. Kita harus tetap waspada, menjaga keselamatan diri kita masing-masing," tutur dia.

Dirinya menyebut, jika sudah melihat cuaca yang ekstrem, diimbau agar warga segera bergerak mencari tempat yang aman untuk berlindung.

Diketahui musibah banjir terjadi di Siau sekitar pukul 02.00 Wita pasca berjam-jam wilayah tersebut dilanda hujan. 

Peristiwa ini menelan korban jiwa. Sejumlah rumah dilaporkan rusak hingga terbawa banjir. 

Saat ini personel bantuan yakni aparat dari berbagai instansi, termasuk TNI - Polri hingga Basarnas telah diturunkan ke lokasi bencana. 

Aparat gabungan melakukan proses evakuasi korban bencana alam banjir bandang di Siau serta melakukan pembersihan material sisah bencana.

Tentang Pulau Siau 

Pulau Siau berada di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara. 

Dari Pelabuhan Manado ke Siau bisa ditempuh kurang lebih 5 jam naik kapal cepat.

Siau adalah satu dari 47 pulau yang masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro). 
Dari 47 pulau itu, hanya 10 pulau di antaranya berpenghuni. 

Total penduduk Kabupaten Sitaro sebanyak 70.528 jiwa. Terbanyak menghuni Pulau Siau. Disusul Pulau Tagulandang dan Biaro.

Ibu kota kabupaten berada di Siau. Gunung Api Karangetang dengan ketinggian 1.797 mdpl dan sangat aktif berada di pulau ini. 

Pulau Siau juga dikenal dengan komoditi unggulannya berupa Pala. (TribunManado.co.id/Riz/Tim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.