UIN Walisongo Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Musibah di Sumatera sebagai Solidaritas
January 07, 2026 10:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Kemanusiaan dan Peradaban. Melalui Keputusan Rektor Nomor 2576/Un.10.0/R/HK.01.01/12/2025, UIN Walisongo Semarang secara resmi menetapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak musibah bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Kebijakan strategis ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang menimpa keluarga mahasiswa asal Sumatera, sekaligus menindaklanjuti permohonan keringanan UKT dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah melalui surat nomor 200.1.5/1676/JFU.PDN/2025 tertanggal 19 Desember 2025.

Pihak Rektorat UIN Walisongo Semarang menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret universitas dalam menjamin hak mahasiswa agar tetap dapat menempuh pendidikan meski sedang menghadapi cobaan berat. Bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera tidak hanya berdampak pada fisik wilayah, tetapi juga memukul kondisi ekonomi keluarga mahasiswa yang sedang menempuh studi di Jawa Tengah.

“Pembebasan UKT ini adalah wujud nyata kepedulian UIN Walisongo Semarang dalam menjamin hak mahasiswa untuk tetap memperoleh pendidikan di tengah situasi darurat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi napas perjuangan kampus kami,” sebagaimana tertuang dalam poin pertimbangan Keputusan Rektor tersebut.

Kebijakan ini berlaku khusus untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 bagi mahasiswa yang telah terverifikasi terkena dampak langsung musibah tersebut.

Berdasarkan lampiran Keputusan Rektor, mahasiswa penerima manfaat pembebasan UKT tersebar di berbagai disiplin ilmu. Di antaranya berasal dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) pada program studi Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, serta Ilmu Seni dan Arsitektur Islam. Selain itu, dukungan juga diberikan kepada mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) serta fakultas lainnya di lingkungan UIN Walisongo Semarang.

Langkah ini mempertegas posisi UIN Walisongo Semarang sebagai institusi yang memiliki kepekaan sosial tinggi. Dengan pembebasan biaya pendidikan ini, diharapkan beban ekonomi mahasiswa serta orang tua dapat berkurang, sehingga fokus belajar mahasiswa tidak terganggu oleh kendala biaya pascabencana.

Bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari Kampus Kemanusiaan dan Peradaban, UIN Walisongo Semarang juga tengah membuka jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik mendatang. Tersedia berbagai fasilitas unggulan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan mahasiswa, termasuk laboratorium terpadu dan perpustakaan digital. Informasi lengkap mengenai jalur masuk, program studi, dan pendaftaran dapat diakses secara resmi melalui laman pmb.walisongo.ac.id atau melalui media sosial resmi UIN Walisongo Semarang.(***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.