Kasus Tewasnya Sari di Kamar Kos Gianyar, Polisi Belum Kantongi Hasil Visum, Kesulitan Buka HP Sari
January 07, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Polsek Sukawati Gianyar Bali masih belum mengantongi hasil visum pada jasad Cristiana Sari (41) yang ditemukan tewas dalam kondisi 'janggal' di kamar kosnya di kawasan Gang Pipit Asri, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali. 

Karena itu, penyebab kematian korban pun saat ini masih misterius. 

"Belum pak," ujar Kapolsek Sukawati, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, saat ditanya apakah pihaknya telah memiliki hasil visum korban, Rabu 7 Januari 2026. 

Di mana pasca ditemukan tewas, jenazah korban langsung dibawa ke RSUP Prof Ngoerah.

Baca juga: BAU Busuk Menyengat di Batubulan! Warga Banjar Tegehe Geger Temukan Sari Sudah Meninggal di Kosnya  

Dijelaskan pula bahwa sampai saat ini, belum ada satu pun pihak keluarga korban yang datang ke Polsek Sukawati terkait kasus ini. 

Dan, pihaknya sendiri belum bisa menghubungi keluarga, teman atau orang yang mengenal korban secara dekat, lantaran handphone yang bersangkutan belum bisa dibuka. 

"Dalam KTP-nya, statusnya memang tinggal di TKP, namun kelahirannya di Surabaya. Sejauh ini belum ada pihak keluarga yang datang (ke Polsek Sukawati), kami sendiri pun kesulitan menghubungi keluarganya karena handphone-nya tidak bisa dibuka," ujar Kapolsek. 

Lebih lanjut dikatakan bahwa korban sudah tinggal di TKP sejak tahun 2013, dan di sana ia hanya tinggal sendirian. 

Evakuasi - Petugas saat mengevakuasi jenazah Cristiana Sari, di sebuah rumah kosan di kawasan Gang Pipit Asri No 86, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Senin 5 Januari 2026.
Evakuasi - Petugas saat mengevakuasi jenazah Cristiana Sari, di sebuah rumah kosan di kawasan Gang Pipit Asri No 86, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Senin 5 Januari 2026. (Istimewa)

"Di sini sudah tinggal sejak 2013, dan hanya tinggal sendirian," ungkapnya. 

Di luar kasus tersebut, Polsek Sukawati terus melakukan upaya untuk menciptakan wilayahnya kondusif. Salah satunya, Operasi Cipta Kondisi  atau Ops Yustisi Premanisme Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (Ops KRYD) yang digelar Rabu 7 Desember 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung pukul 08.50 Wita hingga 09.20 Wita, bertempat di Stage Barong Puseh Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. 

Ops Yustisi Premanisme ini dipimpin oleh Pawas IPTU Made Sumbowo, didampingi Padal AIPTU Made Para, dengan melibatkan 5 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi Polsek Sukawati.

Operasi dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mencegah dan menekan potensi tindak kejahatan serta aksi premanisme di wilayah hukum Polsek Sukawati. 

Dalam kegiatan tersebut, personel memberikan imbauan pada masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta memberikan informasi pada petugas apabila menemukan orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku tindak kejahatan maupun premanisme.

Kapolsek Sukawati, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa menyampaikan, bahwa kegiatan Ops KRYD Premanisme merupakan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman pada masyarakat.

“Ops Yustisi Premanisme ini merupakan upaya preventif Polsek Sukawati dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas serta tidak ragu melaporkan apabila melihat atau mengetahui adanya indikasi gangguan keamanan,” ujar Kompol Suaka Purnawasa.

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

"Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan adanya copet, gelandangan dan pengemis (gepeng), maupun aksi premanisme. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.