TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca maritim untuk wilayah perairan Provinsi Gorontalo yang berlaku selama Kamis hingga Sabtu, 8–10 Januari 2026.
Dua kawasan yang menjadi perhatian utama yakni Perairan Utara Gorontalo serta Teluk Tomini bagian selatan wilayah Gorontalo.
BMKG mengingatkan nelayan, operator kapal kecil, serta pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan.
Selama periode tersebut, sejumlah potensi cuaca buruk diperkirakan terjadi, mulai dari hujan disertai petir, angin kencang, arus laut cukup kuat, hingga gelombang yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran, khususnya kapal berukuran kecil.
Untuk wilayah Perairan Utara Gorontalo, kondisi cuaca diprakirakan didominasi hujan petir hingga hujan ringan sejak pagi hingga siang hari, terutama pada Kamis (8/1/2026).
Pada malam hari, cuaca diperkirakan beralih menjadi berawan tebal hingga cerah berawan.
Suhu udara di wilayah ini berada pada kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi mencapai 87 persen.
Kecepatan angin diprakirakan bergerak di kisaran 3–9 knot, namun BMKG mencatat potensi hembusan angin maksimum (gust) dapat mencapai 19 knot.
Baca juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Ancam Perairan Gorontalo 6-7 Januari 2026, Ini Peringatan BMKG
Selain itu, kondisi arus laut terpantau cukup kuat, dengan kecepatan antara 49 hingga 72 sentimeter per detik, bergerak dominan ke arah barat hingga barat daya.
Tinggi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, yang dinilai berisiko bagi perahu nelayan dan kapal kecil.
Sementara itu, di Teluk Tomini bagian selatan Gorontalo, cuaca umumnya diprakirakan berawan tebal dengan selingan hujan ringan.
Namun, BMKG menyoroti potensi kenaikan gelombang laut yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, terutama pada Kamis sore.
Suhu udara di kawasan ini diperkirakan berada di rentang 26–29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara sekitar 87 persen.
Kecepatan angin diprakirakan 4–7 knot, namun hembusan angin maksimum dapat mencapai 18 hingga 23 knot.
Arus laut di Teluk Tomini bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 39–51 sentimeter per detik.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi stabilitas kapal kecil, terutama saat hujan turun dan jarak pandang menurun akibat kabut atau awan rendah.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan tradisional, dan operator pelayaran agar lebih berhati-hati selama periode peringatan cuaca maritim. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Memantau dan memperbarui informasi cuaca sebelum melaut
Menghindari aktivitas pelayaran saat hujan petir dan angin kencang
Mewaspadai arus laut kuat dan gelombang tinggi yang muncul secara tiba-tiba
BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca maritim akan terus diperbarui sesuai perkembangan dinamika atmosfer dan kondisi laut di wilayah Gorontalo.
(*)