SURYA.co.id – Kasus pembunuhan bocah berinisial MAHM (9) anak politisi PKS yang dibunuh di rumahnya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten pada Selasa (16/12/2025) oleh Heru Anggara (31) alias HA.
MAHM merupakan seorang anak dari politikus PKS bernama Maman Suherman.
Saat ditemui, Maman berharap pelaku bisa dijatuhi hukuman berat yang sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.
“Seberat-beratnya hukumannya, sesuai dengan KUHP yang diterapkan saja. Ketika itu memang harus hukuman mati, laksanakan hukuman mati,”
“Kalau hukuman seumur hidup, hukuman seumur hidup,” ujar Maman, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Ternyata Pembunuh Anak Politisi PKS Tinggalkan Jejak di Brankas, Polisi Bantah Ahli Soal Motifnya
Ia mengatakan bahwa menyerahkan pelaku ke penegak hukum.
Tak hanya itu, Maman juga berjanji tak akan mengintervensi pihak mana pun terkait dengan kasus kematian anaknya.
“Kita tidak bisa mengintervensi mengenai hal ketentuan hukum,” ujar Maman.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan menceritakan, pembunuhan tersebut bermula dari Heru yang mendatangi TKP pada siang hari.
Saat itu, Heru memencet bel rumah, namun tak ada respons dari dalam rumah.
“Kemudian, pelaku memanjat melalui tiang samping pos satpam. Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menuju ke rumah utama,” kata Dian, saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Pelaku yang memang berniat untuk mencuri rumah Maman tersebut akhirnya masuk dengan mencongkel jendela pakai alat yang sudah dibawanya.
Heru pun menemukan brankas di lantai satu di dalam kamar utama.
“Setelah mengutak-atik, brankas tidak berhasil (dibuka). Bahkan, brankas sudah digeser, posisinya sudah bergeser ke kiri,” ungkap Dian.
Pelaku kemudian naik ke lantai dua dan masuk ke kamar MAHM di sebelah kanan tangga.
Saat membuka pintu, pelaku melihat korban tengah bermain ponsel di atas kasus.
Heru pun menanyakan keberadaan ayah korban kepada MAHM.
“Orangtuamu di mana?” ucap Dian meniru Heru.
“Korban sempat menjawab, ‘keluar,’. Pelaku lalu bertanya kepada korban soal kunci brankas. Korban sempat menjawab, ‘tidak tahu’,” tambah Dian.
Korban pun mengatakan kepada pelaku untuk menanyakan kunci brankas ke kakaknya yang berada di kamar sebelah.
“Tanya kakakku,” kata Dian meniru MAHM, dikutip dari TribunJakarta.com.
Mendengar hal tersebut, pelaku lantas merangkul korban dan membawanya ke lemari untuk diikat.
Korban pun sempat melawan dengan menendang pelaku.
Diduga kesal, pelaku malah menusuk korban dengan pisau hingga tewas.
“Dari situ pelaku langsung menusuk korban. Korban sempat teriak,” ujar dia.
Setelah membunuh korban, pelaku kembali lagi ke lantai satu untuk mencoba membobol brankas namun gagal.
Akhirnya, pelaku kabur melalui jendela yang dibobolnya.
Pelaku Ditangkap saat Hendak Melakukan Pencurian
Pelaku diringkus saat hendak mencuri di rumah anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana sekaligus saudara dari Roisyudin Sayuri.
Ia menceritakan, awalnya terjadi pencurian pada Minggu (28/12/2025) di rumah Roisyudin saat rumah tengah kosong.
“Soalnya setiap hari Sabtu-Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang,” ujarnya.
Saat itu, barang berharga dan brankas sudah berada di luar rumah dan dibawa dengan kursi roda.
“Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” ucap Dede, dikutip dari TribunBanten.com.