SERAMBINEWS.COM - Daun salam selama ini identik sebagai bumbu dapur andalan yang digunakan untuk memperkaya aroma dan cita rasa berbagai masakan, mulai dari sup, kari, hingga aneka olahan nasi.
Kehadirannya kerap dianggap pelengkap, namun siapa sangka daun salam menyimpan potensi kesehatan yang tidak kalah penting.
Tak hanya berfungsi sebagai penyedap, daun salam juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional sebagai tanaman herbal.
Berbagai budaya menggunakan daun ini untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga mendukung pengendalian gula darah.
Manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa aktif di dalam daun salam, seperti antioksidan, antiradang, serta minyak esensial.
Kombinasi senyawa ini diketahui mampu membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan, meredakan peradangan, dan mendukung kinerja organ tubuh secara menyeluruh jika dikonsumsi dengan tepat.
Merangkum Health Shots, berikut sejumlah manfaat daun salam bagi kesehatan tubuh:
Daun salam diketahui memiliki potensi dalam membantu menurunkan kadar gula darah.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi daun salam sebanyak 1–3 gram selama 30 hari dapat membantu menurunkan faktor risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular.
Senyawa aktif di dalamnya berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin.
Daun salam dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga kesehatan lambung.
Kandungan senyawa organiknya mampu meredakan gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan nyeri lambung.
Studi dalam jurnal Food Science & Nutrition tahun 2024 juga mencatat bahwa daun salam memberikan manfaat positif bagi kesehatan usus besar.
Minyak esensial dari daun salam memiliki sifat antiradang dan antibakteri.
Menghirup uap daun salam atau menggunakan minyaknya dapat membantu meredakan hidung tersumbat, pilek, serta gangguan pernapasan ringan.
Efek ekspektorannya turut membantu mengurangi lendir di saluran napas.
Daun salam mengandung senyawa seperti sineol dan eugenol yang bersifat antimikroba.
Senyawa ini mampu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri tertentu.
Penelitian dalam Drug and Pharmaceutical Science Archives menunjukkan bahwa ekstrak daun salam memiliki aktivitas antijamur yang cukup signifikan.
Kandungan linalool dalam daun salam dikenal memiliki efek menenangkan.
Senyawa ini dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Aroma daun salam juga dipercaya mampu memberikan efek relaksasi yang membantu memperbaiki suasana hati.
Daun salam memiliki sifat antiradang berkat kandungan eugenol dan asam kafeat.
Senyawa ini berperan dalam menghambat pemicu peradangan dalam tubuh, sehingga bermanfaat bagi penderita radang sendi, asam urat, dan kondisi inflamasi lainnya.
Kandungan rutin dan asam kafeat dalam daun salam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta mendukung fungsi otot jantung.
Daun salam juga diketahui dapat memperbaiki profil lipid, khususnya pada penderita diabetes tipe 2.
Antioksidan dalam daun salam bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut.
Penggunaan air rebusan atau minyak daun salam dapat membantu menyeimbangkan pH kulit kepala serta mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat.
Penelitian praklinis menunjukkan bahwa minyak aromatik daun salam berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker hati.
Kandungan antioksidan dan fitonutrien di dalamnya berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.